Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Luky Alfirman, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPR) Kementerian Keuangan. Sumber: BSTV

Luky Alfirman, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPR) Kementerian Keuangan. Sumber: BSTV

Kemenkeu Waspadai Lonjakan Pandemi Covid-19 Jadi Ancaman Besar

Senin, 21 Juni 2021 | 13:07 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman menyebut, pandemi Covid-19 dapat menjadi ancaman besar di seluruh dunia termasuk bagi Indonesia karena perkembangan kasusnya masih sulit diprediksi.  

Apalagi beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kasus harian Covid-19 di Indonesia. Berdasarkan catatannya,  kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami penambahan sebanyak 12.990 dari data Kamis (17/6) yang tercatat masih 1.950.276 orang. Sehingga total kumulatif kasus yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu menjadi 1.963.266 orang.

"Hal ini menunjukkan bahwa pandemi adalah sesuatu yang harus kita waspadai (Covid-19) menjadi ancaman besar dan perubahannya masih sulit diprediksi," kata dia dalam peluncuran SBR010, Senin (21/6)

Lebih lanjut, Luky menceritakan bahwa sejak memasuki awal tahun 2021, pemerintah melihat optimisme terhadap kinerja ekonomi sejalan dengan berbagai peningkatan indikator pemulihan ekonomi dan kasus Covid-19 pada saat itu diharapkan sudah mulai mereda untuk kasus positif maupun kasus kematian di dunia dan Indonesia.

Namun di pertengahan tahun, pemerintah justru melihat terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yang masih harus terus diwaspadai oleh berbagai pihak. Di sisi lain,  Indonesia sendiri saat ini tengah berupaya untuk melakukan pemulihan ekonomi.

“Kita tahu kita, ketika memulai awal tahun 2021, saat itu kami menyampaikan punya pengharapan worst is over, dengan berbagai indikator ekonomi nasional pemulihan meningkatkan, pandemi Covid-19 tunjukkan tren positif dan kasus dan angka kematian harian baik dunia maupun di Indonesia.  Namun dalam beberapa minggu terakhir ini kita semua mereka keprihatinan kasus Covid-19 kembali melonjak Indonesia maupun di beberapa negara di dunia ini,” tegasnya.

Oleh karena itu, Lucky berpesan kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada, selalu menjaga pola hidup sehat, dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Pemerintah dalam hal ini juga terus mendorong pemulihan ekonomi yang berfokus kepada penanganan kesehatan serta pemulihan ekonomi dengan tetap melanjutkan reformasi untuk memperkuat pondasi perekonomian.

“Upaya percepatan pemulihan dilakukan diantaranya melalui pemberian vaksinasi gratis bagi masyarakat Indonesia serta penyediaan Program stimulus ekonomi.  Anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN 2021 diupayakan akan terus memberikan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung,” tandasnya.

Tak hanya itu, ia mengatakan bahwa, belanja negara juga diarahkan untuk percepatan program vaksinasi yang hingga pekan kemarin, vaksinasi sudah diberikan kepada 35,3 juta penduduk.

“Indonesia saat ini di urutan  12 dengan tingkat pemberian vaksinasi kurang lebih 507 dosis vaksin per minggunya,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah dan DPR telah menyepakati defisit APBN untuk bersatu adalah sebesar 5,7% terhadap PDB atau kurang lebih Rp 1.006,4 triliun. Maka untuk memenuhi  pembiayaan APBN 2021 pemerintah akan menempuh kebijakan utang secara oportunistik terukur namun tetap prudent.

Dengan terus maksimalkan berbagai sumber pembiayaan terutama dari pasar serta dukungan dari otoritas seperti Bank Indonesia dan otoritas keuangan lainnya.

“Strategi pembiayaan APBN melalui utang di tahun 2021,  terus akan terus mempertimbangkan kondisi kas negara, proyeksi penerimaan dan kebutuhan belanja pemerintah,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN