Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Investor Daily)

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Investor Daily)

Kemenko Perekonomian Pelopori WFO Mulai 27 Mei

Arnoldus Kristanus, Senin, 25 Mei 2020 | 13:28 WIB

JAKARTA, Investor.id - Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, Kemenko Perekonomian akan menjadi pelopor bekerja dari kantor (work from office/WFO) secara terbatas bagi instansi pemerintah dan swasta mulai Rabu (27/5) lusa.

“Kami harap mulai 27 Mei 2020 nanti Kemenko Perekonomian akan menjadi pionir WFO secara terbatas. Kami harus membuat protokol baru dalam WFO,” kata Airlangga dalam acara halal bihalal secara virtual di Jakarta, Senin (25/5).

Dia menambahkan, WFO terbatas dijalankan sambil menunggu vaksin Covid-19 ditemukan. “Kami berharap semua bisa kembali ke kehidupan seperti sebelum pandemi,” tutur Airlangga.

Kemenko Perekonomian, menurut Airlangga Hartarto, sedang menghitung, mendata, dan mendorong agar masyarakat berani kembali memulai kehidupan normal baru (new normal).

Airlangga menjelaskan, saat ini 213 negara juga sedang berupaya menuju ke kehidupan normal baru, namun tetap dengan menjalankan protokol kesehatan.

Dia mengakui, Kemenko Perekonomian masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR), seperti menyelesaikan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja, menyelesaikan program Kartu Prakerja, dan menjalankan program pemulihan ekonomi nasional.

“Tantangan ke depan adalah mendorong kehidupan normal baru. Pada saat bersamaan, kita berusaha memutus mata rantai Covid 19. Dalam era normal baru ini, kita harus menggunakan masker, cuci tangan, mengukur temperatur, dan menyiapkan fasilitas kesehatan untuk mencegah second wave,” papar dia.

Olah karena itu, kata Airlangga, pemerintah harus berupaya mengantisipasi dampak pandemi Covid 19, dan pada saat yang sama harus mengurangi jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dia mengungkapkan, sebelum pandemi sudah ada 7 juta tenaga kerja yang masuk kelompok pengangguran. Covid-19 telah menyebabkan jumlah pengangguran bertambah 2 juta orang.

“Kita diminta menyeimbangkan kehidupan bermasyarakat dan kehidupan bekerja dalam suasana Covid. Kami berharap dalam situasi seperti ini bisa membuka lagi kesempatan bekerja,” ucap dia.

Airlangga menegaskan, upaya pemulihan dampak pandemi Covid-19 bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. “Sampai unit terkecil keluarga pu perlu disiplin dalam memasuki era normal baru,” tandas dia.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN