Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto udara menunjukkan pengendara yang melakukan perjalanan di jalan tol Jakarta pada 23 April 2022. (FOTO: TELUK ISMOYO / AFP)

Foto udara menunjukkan pengendara yang melakukan perjalanan di jalan tol Jakarta pada 23 April 2022. (FOTO: TELUK ISMOYO / AFP)

Kemenko Perekonomian: Pemerintah Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 10 Mei 2022 | 15:23 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pertumbuhan ekonomi Kuartal I 2022 yang mencapai 5,01% menunjukan perekonomian Indonesia sudah berada dalam momentum pemulihan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2022 diperkirakan akan mencapai 5,2%. Dengan tingginya risiko dari faktor eksternal, maka sumber-sumber pertumbuhan ekonomi dalam negeri terus dioptimalkan untuk mencapai target pertumbuhan.

“Momentum pertumbuhan ini akan dijaga dengan mendorong sektor industri pengolahan dengan hilirisasi SDA, sektor pertanian, sektor perdagangan, sektor transportasi, hotel dan restoran, pariwisata dengan tetap memperhatikan protokol Covid walaupun mobilitas dilonggarkan,” ucap Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir saat dihubungi Investor Daily pada Selasa (10/5/2022).

Ekspor terus didorong seiring kenaikan global demand dan harga komoditas. Berdasarkan catatan BPS ekspor tumbuh impresif sebesar 16,22% dengan andil 23,1% ke pertumbuhan ekonomi Kuartal I 2022. Iskandar meyakini pertumbuhan ekonomi Kuartal II 2022 bisa lebih tinggi dari kuartal I 2022.

Baca juga: Soal Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I, Kadin: Sudah On Track

“Pada kuartal II-2022 ekonomi akan lebih tinggi dibanding kuartal I karena pelonggaran mobilitas dan efek lebaran. Kondisi tersebut tercermin dari indeks belanja meningkat 31% dan kebutuhan uang kartal meningkat 17%. Keseluruhan tahun 2022, ekonomi diperkirakan tumbuh 5,2%,” kata Iskandar.

Dihubungi secara terpisah, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan dengan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2022 sebesar 5,01% menunjukan pertanda positif bagi perekonomian Indonesia yang pulih dengan kuat bertahap. Sektor Industri juga tumbuh 5,07% dan ini merupakan tanda-tanda pemulihan dari sisi produksi.

“Apalagi penyerapan tenaga kerja disektor industri juga sudah mulai pulih,” ucap Amalia.

Baca juga: APBN Diprioritaskan untuk Jaga Penguatan Pemulihan Ekonomi

Amalia mengatakan, penopang utama pertumbuhan ekonomi tahun 2022 adalah investasi dan konsumsi (sisi pengeluaran) dan juga industri manufaktur di sisi produksi Selain itu, dengan masih tingginya harga komoditas.

“Maka di sisi pengeluaran juga akan ada dorongan dari pertumbuhan ekspor nonmigas, dan juga yang penting adalah terus melakukan pengelolaan impor,” ucap dia

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono. menyatakan kondisi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2022 yang mencapai 5,01% menunjukan terjadinya perbaikan ekonomi nasional terhadap mayoritas lapangan usaha serta seluruh wilayah. BI memperkirakan perbaikan ekonomi domestik diprakirakan akan terus berlanjut hingga mencapai 4,5-5,3% untuk keseluruhan tahun 2022,

“Didukung oleh akselerasi vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi yang semakin luas, serta stimulus kebijakan Bank Indonesia, Pemerintah, dan otoritas terkait lainnya,” ucap Erwin.

Baca juga: Luhut: Pengendalian Covid-19 Efektif, Perekonomian Makin Kuat

Dia mengatakan kinerja ekspor tercatat tetap baik, tumbuh 16,22% , ditopang oleh permintaan mitra dagang utama yang masih kuat di tengah masih terbatasnya dampak ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina.

“Adapun impor pada kuartal I 2022 tumbuh sebesar 15,03% sejalan kinerja ekspor yang tetap baik dan permintaan domestik yang meningkat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Studi Ekonomi Politik LKEB UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 hanya dinikmati oleh segelintir orang sementara mayoritas publik tidak menikmati pertumbuhan tersebut. Meskipun pertumbuhan ekonomi RI di kuartal I-2022 terbilang cukup tinggi, namun penikmat terbesar pertumbuhan tersebut adalah pengusaha sawit, pengusaha batubara, pemilik infrastruktur, importir vaksin dan obat kesehatan lainnya.

“Situasi ekonomi kuartal 1-2022 diwarnai dengan kenaikan harga pangan, harga minyak goreng, tingginya harga komoditas ekspor seperti sawit dan batubara serta kenaikan belanja pemerintah terutama di sektor konstruksi,” ucap Achmad.  

Baca juga:  58% Kue Ekonomi Nasional Dikuasai Jawa

Achmad mengatakan, dari 65,74% pertumbuhan ekonomi disumbang oleh sektor perdagangan, pertanian, pertambangan dan konstruksi. Sektor perdagangan dan pertanian dinikmati oleh pengusaha minyak sawit. Sektor pertambangan mayoritas dinikmati oleh pengusaha batubara dan sektor konstruksi dinikmati para BUMN konstruksi.

“Sektor yang banyak melibatkan tenaga kerja yaitu industri pengolahan berkontribusi kecil yaitu 1.06% meski pertumbuhannya tinggi 19,19%,” tandas dia.

Dari sisi pengeluaran, Achmad mengatakan konsumsi rumah tangga masih di bawah ambang normal sebelum Covid. Kuartal 1-2022 konsumsi rumah tangga tumbuh 4,34% jauh di bawah konsumsi publik yang normalnya adalah 5.0 %. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat meningkat namun masih dibawah situasi normal. Disinilah Pemerintah membutuhkan daya ungkit untuk meningkatkan purchasing power dari masyarakat.

“Lebih dalam lagi melihat bahwa peningkatan konsumsi rumah tangga juga tercatat di sektor tersier seperti hotel, angkutan, restoran dan sebagainya. Ini menunjukan rumah tangga yang meningkat belanja adalah kalangan atas sementara kalangan menengah ke bawah berjuang menghadapi kenaikan harga,” pungkas Achmad.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN