Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekretaris Kemenkop dan UKM Prof Rully Indrawan  Sumber foto: Humas Kemenkop

Sekretaris Kemenkop dan UKM Prof Rully Indrawan Sumber foto: Humas Kemenkop

Kemenkop UKM dan Satgas Waspada Investasi Normalisasi 35 Koperasi

Arnoldus Kristianus, Jumat, 29 Mei 2020 | 20:14 WIB

JAKARTA, investor.id - Sekretaris Kemenkop dan UKM Prof Rully Indrawan mengatakan pihaknya akan melakukan review secara menyeluruh terhadap 50 kegiatan yang mengatasnamakan koperasi yang terdapat di aplikasi PlayStore. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan  Satgas Waspada Investasi dan Otoritas Jasa Keungan (OJK).

"Berdasarkan hasil koordinasi kami ada 35 koperasi yang diduga melakukan penyimpangan. Kementerian Koperasi dan UKM bersama Satgas Waspada Investasi akan melakukan review secara menyeluruh", ucap Rully dalam pernyataan resmi yang diterima pada Jumat (29/5).

Rully mengatakan pihaknya akan melakukan sejumlah langkah yaitu pertama, melakukan penindakan terhadap koperasi yang terbukti melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kedua, memberikan pembinaan terhadap koperasi yang masih melakukan kegiatan yang belum sesuai dengan jati diri dan prinsip koperasi.

"Ketiga, melakukan normalisasi dan rehabilitasi terhadap koperasi yang tidak melakukan praktik pinjaman online di luar anggota dan memiliki legalitas badan hukum dan ijin usaha simpan pinjam sesuai dengan ketentuan yang berlaku", ucap Rully.

Sekretaris Kemenkop dan UKM Prof Rully Indrawan Sumber foto: Humas Kemenkop
Sekretaris Kemenkop dan UKM Prof Rully Indrawan Sumber foto: Humas Kemenkop

Selain itu, secara khusus, Kementerian Koperasi dan UKM bersama Satgas Waspada Investasi sepakat melakukan normalisasi pada tahap pertama ini terhadap 35 koperasi sebagaimana yang ada dalam daftar.

"Terhadap koperasi lainnya masih dalam proses review dan hasilnya  diumumkan untuk normalisasi apabila terbukti tidak melakukan kegiatan pinjaman online kepada non anggota", ucap Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop dan UKM Ahmad Zabadi.

Lebih lanjut, ke depan juga disepakati bersama sebelum menetapkan sanksi kepada koperasi, OJK melakukan konfirmasi dan memberikan kesempatan klarifikasi, sehingga penerapan sanksi nantinya betul-betul valid, berdasarkan data dukung yang kuat. Bisnis koperasi, apalagi di usaha simpan pinjam berbasis trust, kepercayaan.

Karena itu, usaha simpan pinjam koperasi menjadi sangat sensitif terhadap  isu-isu negatif, yang dapat menggiring opini publik menjadi kehilangan kepercayaan terhadap koperasi. Padahal, KSP/KSPPS dan usaha pinjam pinjam koperasi secara umum telah berkontribusi sangat besar bagi akses pembiayaan yang diperlukan usaha ultra mikro, mikro dan kecil.

"Kami bersyukur, pada tahap pertama ini, sudah 35 koperasi dinormalisasi atau rehabilitasi kembali oleh OJK, sisanya masih di-review,” tutur Ahmad.

Sebagai informasi, dari 50 koperasi yang aplikasi onlinenya dianggap ilegal pada pengumuman pertama pada Jumat (22/5) lalu oleh Satgas Waspada Investasi, 9 diantaranya memang koperasi yang tidak memiliki aspek legalitas usaha (belum memiliki Badan Hukum Koperasi), 1 koperasi tetap diblokir sampai koperasi yang bersangkutan melakukan perbaikan, sisanya 5 koperasi sedang dalam proses review.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN