Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deputi   Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya. Foto: Humas Kemnaker

Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya. Foto: Humas Kemnaker

Kemenkop UKM: Realisasi Penyaluran KUR 2021 Per November Rp 262,95 Triliun

Senin, 29 November 2021 | 23:59 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menyatakan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2021 sampai dengan 28 November 2021 berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) sebesar Rp 262,95 triliun atau sebesar 92,26% dan diberikan kepada 6.962.882 debitur.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM Eddy Satriya merinci  KUR Super Mikro sebesar Rp9,71 triliun kepada 1.104.567 debitur, KUR Mikro sebesar Rp 165,86 triliun kepada  5.410.536 debitur, KUR Kecil/khusus sebesar Rp 87,36 triliun kepada 446.653 debitur, dan KUR Penempatan TKI sebesar Rp 17,33 miliar kepada 1.126 debitur.

Untuk mendukung pelaksanaan program KUR, pemerintah memberikan Subsidi Bunga KUR masing-masing jenis KUR. Yaitu, KUR Super Mikro sebesar 13%, KUR Mikro 10,5%, KUR Kecil sebesar 5,5%, dan KUR Penempatan TKI sebesar 14%.

"Besar harapan kami, dengan kebijakan program KUR dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan percepatan pemulihan ekonomi nasional," ucap Edy dalam siaran pers yang diterima pada Senin (29/11).

Tahun 2021 ini  pemerintah terus memberikan dukungan akses pembiayaan untuk UMKM melalui program KUR. Untuk itu, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan.  Pertama, meningkatkan target penyaluran KUR menjadi sebesar Rp 285 triliun dari target sebelumnya sebesar Rp253 triliun. Kedua, memperpanjang pemberian tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3% dari Januari hingga Desember 2021.

 "Sehingga, suku bunga KUR tahun 2021 menjadi 3%," kata Eddy.

Ketiga, semua sektor ekonomi UMKM dapat diberikan KUR. "Tak ketinggalan, plafon KUR tanpa jaminan sampai dengan Rp100 juta," tandas Eddy.

Selain itu, pada Agustus 2020 lalu, pemerintah juga telah menambahkan skema KUR Super Mikro sampai dengan Rp10 juta yang tidak mensyaratkan adanya agunan tambahan. Hanya agunan pokok usaha yang dibiayai saja, bagi semua pelaku UMKM.

"Utamanya dari pekerja yang terkena PHK dan ibu rumah tangga," tandas Eddy.

Bahkan, bagi calon penerima KUR Super Mikro, lama usahanya tidak dibatasi minimal 6 bulan. Lama usaha dapat kurang dari 6 bulan dengan persyaratan. Diantaranya, mengikuti program pendampingan (formal atau informal), tergabung dalam suatu kelompok usaha, atau memiliki anggota keluarga yang telah memiliki usaha. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN