Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wisatawan mancanegara berkunjung ke obyek wisata Garuda Wisnu Kencana di Bali. Foto: Kemenparekraf

Wisatawan mancanegara berkunjung ke obyek wisata Garuda Wisnu Kencana di Bali. Foto: Kemenparekraf

Kemenparekraf Siapkan Strategi Atasi Dampak Penurunan Wisatawan

Eva Fitriani, Selasa, 2 Juni 2020 | 19:10 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif (Kemenparekraf) telah telah menyiapkan langkah dan strategi untuk mengantisipasi penurunan wisman dengan membuat protokol tatanan hidup baru di sektor pariwisata. Protokol itu untuk nantinya diterapkan saat suatu daerah telah dinyatakan siap untuk kembali menerima wisatawan.

"Presiden Joko Widodo mengintruksikan untuk tidak tergesa-gesa. Di masa pemulihan nanti, kita akan terlebih dahulu fokus mendorong mobilisasi wisatawan nusantara. Untuk itu semua harus dipersiapkan dulu sebelum kembali menyambut wisatawan. Tentunya dengan melihat kesiapan masing-masing daerah. Kami telah melakukan koordinasi dengan beberapa kepala daerah yang wilayahnya paling siap untuk menerima wisatawan dan memulai penerapan protokol ini,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kemenparekraf Ari Juliano Gema di Jakarta, Selasa (2/6).

Ari Juliano mengaku, pihaknya telah memprediksi penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sebagai dampak pandemi Covid-19 sebagaimana terjadi juga di negara lain.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2020 sebesar 160.000 orang, turun 87,22% dibanding periode sama tahun lalu yang sebanyak 1,27 juta kunjungan. Sementara jika dibanding Maret 2020, penurunannya mencapai 66,02%.

Pada periode tersebut, jumlah kunjungan wisman didominasi oleh wisman asal Timor Leste yang tercatat berkunjung sebanyak 83 ribu pada April. Angka tersebut mencapai 52,2% dari total wisman. Sedangkan,sisanya berasal dari Malaysia sebanyak 62 ribu atau 39%, Singapura 2 ribu atau 1,3%, dan lainnya 12 ribu kunjungan atau 7,5%.

Angka tersebut, kata Ari Juliano, sudah diperkirakan mengingat langkah-langkah pemerintah Indonesia dan juga pemerintah negara penyumbang wisman potensial ke Indonesia yang memutuskan menutup akses keluar-masuk negaranya demi pencegahan penyebaran Covid-19.

“Untuk membuka pariwisata kembali, perlu penerapan prosedur standar di sarana publik yang bertujuan untuk lebih mendisiplinkan masyarakat terkait protokol kesehatan di sektor pariwisata. Sehingga saat dibuka kembali, wisatawan akan merasa nyaman datang ke Tanah Air,” ujar dia.

Protokol tersebut, lanjut Ari Juliano, akan seiring dan beradaptasi dengan tatanan hidup baru yang sudah disiapkan Kemenkes akan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat sehingga masyarakat tahu apa yang harus dikerjakan baik mengenai jaga jarak, mengenai pakai masker, mengenai cuci tangan, serta tidak berkerumun dalam jumlah yang banyak. Dengan begitu diharapkan kesadaran masyarakat terkait kedisiplinan dan protokol kesehatan terus meningkat dan penyebaran Covid-19 dapat ditekan.

"Ini merupakan bagian dari langkah untuk memastikan kesiapan masyarakat dalam menjalankan tatanan hidup baru yang akan menggerakkan perekonomian nasional termasuk di dalamnya pariwisata dan ekonomi kreatif," kata dia.

Kemenparekraf, menurut dia, sedang menyiapkan program Cleanliness, Health and Safety (CHS) yang akan diterapkan di berbagai destinasi wisata tanah air. Yang tujuan utamanya tidak hanya menyiapkan destinasi yang lebih baik sesuai dengan standarisasi kebutuhan wisatawan dalam kenormalan baru nanti, tapi juga dalam menerapkan disiplin bagi masyarakat.

Hal ini, tambah dia, sejalan dengan target Pemerintah agar kesadaran masyarakat akan kedisiplinan dan protokol kesehatan terus meningkat. "Ke depan, Kemenkarekraf fokus untuk menggarap segmen pariwisata berkualitas atau quality tourism yang lebih menekankan pada tingkat pendapatan devisa ketimbang mendatangkan wisatawan secara massal atau mass tourism seiring dengan berubahnya tren pariwisata global," pungkas dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN