Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro Putu Juli Ardika (batik cokelat) bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo (kemeja putih) meninjau pelaksanaan vaksinasi industri yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian di Karawang, Jawa Barat, Rabu (28/7/2021). (ist)

Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro Putu Juli Ardika (batik cokelat) bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo (kemeja putih) meninjau pelaksanaan vaksinasi industri yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian di Karawang, Jawa Barat, Rabu (28/7/2021). (ist)

Kemenperin Gulirkan Program Vaksinasi 5 Juta Pekerja Industri

Rabu, 28 Juli 2021 | 15:59 WIB
Leonard Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berperan aktif untuk mendorong percepatan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 di Tanah Air. Berbagai langkah strategis telah dijalankan, di antaranya menggulirkan program vaksinasi khusus bagi pelaku industri dan tenaga kerja industri di wilayah Jawa-Bali.

Pelaksanaan vaksinasi bagi sektor ini diharapkan dapat melindungi para pekerja dari Covid-19 dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Untuk mewujudkan program Industri Tangguh, Indonesia Maju, Kemenperin bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan melakukan program vaksinasi industri bagi 5 juta pekerja industri di Jawa dan Bali. Targetnya akan dilaksanakan pada Juli hingga Oktober 2021,” kata Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri saat meninjau pelaksanaan vaksinasi industri di Karawang, Jawa Barat, Rabu (28/7/2021), seperti dikutip dari siaran pers. .

Dalam program ini, tim vaksinasi industri juga bekerja sama dengan pengelola kawasan industri percepatan proses vaksinasi di sektor industri. Koordinasi dilakukan dalam validasi dan penyortiran data calon penerima vaksin. Kemudian, data tersebut digunakan sebagai dasar jumlah kebutuhan vaksin, penentuan lokasi, dan waktu pelaksanaan vaksinasi.

Peserta program vaksinasi adalah mereka yang belum masuk dalam program vaksinasi gotong royong. “Sedangkan yang sudah terdaftar sebagai peserta vaksinasi gotong royong oleh perusahaan, pelaksanaan vaksinasinya diupayakan untuk bisa diprioritaskan,” imbuh dia. .

Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro Putu Juli Ardika menyampaikan, penyelenggaraan vaksinasi industri pada tahap awal dilaksanakan pada 28-29 Juli 2021 di di PT Santos Jaya Abadi, Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang Jawa Barat. Selanjutnya, pada 30-31 Juli 2021 dilakukan di Kawasan Industri Jababeka, tepatnya di President University.

Target vaksinasi di tahap awal tersebut adalah sebanyak 10 ribu pekerja. Di tahap awal ini, vaksinasi industri diberikan untuk sektor industri makanan dan minuman (mamin). Pasalnya, sektor tersebut pada kuartal I-2021 memberikan kontribusi 37,98% terhadap produk domestik bruto (PDB) industri nonmigas. Selain itu, nilai total ekspor industri mamin pada Januari-Juni 2021 mencapai US$ 19,58 miliar, meningkat 42,59% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Berdasarkan data tersebut, sektor industri mamin yang mempekerjakan 5 juta orang merupakan kontributor penting pada pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus sektor kritikal yang perlu tetap berjalan optimal di masa pandemi,” ujar Putu.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN