Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu industri TPT. Foto ilustrasi: Joanito de Saojoao

Salah satu industri TPT. Foto ilustrasi: Joanito de Saojoao

Kemenperin Pacu Daya Saing dan Produktivitas Industri TPT

Selasa, 6 Oktober 2020 | 21:52 WIB
Leonard Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memacu daya saing dan produktivitas pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) agar bisa tetap menjalankan usahanya di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19. Sebab, saat ini, pelaku industri dituntut untuk lebih inovatif agar mampu kompetitif di pasar.

“Oleh karena itu, salah satu unit kerja di bawah binaan kami, yakni Balai Besar Tekstil menyelenggarakan kelas online santai (Kelosan) untuk industri TPT melalui platform Zoom Meeting,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi ketika membuka kelas online tersebut secara virtual, Selasa (6/10).

Kegiatan itu diikuti sebanyak 200 peserta yang terdiri dari pelaku industri TPT skala besar, industri kecil dan menengah (IKM), serta wirausaha baru (WUB). Selain itu, terdapat akademisi, perwakilan balai dan Baristand di lingkungan Kemenperin serta perwakilan dinas perindustrian dan perdagangan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Adapun dua tema yang menjadi bahasan, yaitu pengenalan sistem manajemen mutu SNI ISO 9001:2015 untuk upgrading IKM berdaya saing dan topik tentang pemahaman parameter uji terkait keamanan, keselamatan, kesehatan, dan lingkungan hidup (K3L). “Dalam situasi pandemi saat ini, seyogyanya kita menciptakan inovasi-inovasi metode pembelajaran, sehingga industri tidak kehilangan kesempatan untuk meningkatkan wawasan serta kompetensi sumber daya manusia (SDM),” papar Doddy.

Kemenperin, kata dia, memiliki unit litbang Balai Besar Tekstil di Bandung yang selama ini berperan strategis dalam menyiapkan pelaku industri TPT yang berdaya saing. Upaya tersebut dijalankan sesuai dengan kapasitas unit litbang tersebut dalam menyelenggarakan kegiatan pelayanan jasa teknis untuk industri, khususnya berupa bimbingan teknis, pelatihan, konsultansi serta pengujian terhadap mutu produk TPT.

Kepala BPPI menyampaikan, industri TPT merupakan salah satu sektor yang strategis bagi perekonomian nasional. Peran vitalnya itu antara lain sebagai sektor padat karya, memenuhi kebutuhan sandang dalam negeri, serta penghasil devisa ekspor nonmigas dengan nilai yang cukup signifikan.

“Di tengah pandemi Covid-19, industri TPT kita masih memperlihatkan pertumbuhan yang ditunjang oleh permintaan domestik dan kinerja ekspor yang tinggi,” ungkap dia.

Kemenperin mencatat, kinerja ekspor industri TPT sepanjang 2019 mencapai US$ 12,89 miliar, dan pada periode Januari-Juli 2020 mencapai US$ 6,15 miliar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kuartal II-2020, industri TPT berkontribusi terhadap PDB sektor industri pengolahan nonmigas sebesar 6,93%. “Sementara itu, untuk kontribusi terhadap PDB nasional, industri TPT menempati urutan empat sebesar 1,24%,” imbuh dia.

Menurut Doddy, guna memperkuat peran strategis industri TPT tersebut, perlu dukungan dari seluruh pemangku kepentingan terkait sehingga bisa semakin memperkuat daya saingnya terutama di kancah global. “Upaya peningkatan daya saing industri TPT nasional dipacu pemerintah melalui kemudahan ketersediaan bahan baku dan pasokan energi, serta penyusunan aturan perlindungan (safeguard),” tutur Doddy. 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN