Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Kemenperin Pacu Kualitas Standar Produk Industri

Rabu, 22 September 2021 | 16:24 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu peningkatan kualitas standar produk industri untuk memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan pasar. Selain itu, industri perlu melakukan inovasi atau optimalisasi teknologi, sehingga dapat menjalankan bisnis yang efektif dan efisien.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pihaknya telah menginisiasi penerapan standardisasi dan optimalisasi teknologi industri guna mewujudkan pembangunan sektor industri yang mandiri, berdaulat, maju, berkeadilan, dan inklusif.

“Langkah strategis yang telah dilakukan antara lain dengan peningkatan jumlah Standar Nasional Indonesia (SNI), simplifikasi prosedur pemenuhan SNI, dan memperkuat lembaga penilaian kesesuaian,” kata Menperin di Jakarta, Rabu (22/9).

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi mengungkapkan, di dalam industri manufaktur, produsen yang mampu menghasilkan produknya sesuai persyaratan standar, juga akan memperoleh peningkatan persepsi akan kualitas (perception of quality) produk.

“Artinya, standar juga berfungsi sebagai isyarat pasar untuk memberi jaminan kualitas bagi konsumen,” ujar dia.

Melihat pentingnya peningkatan daya saing industri dalam memperluas pangsa pasar, kehadiran lembaga penilai kesesuaian beserta seluruh faktor pendukungnya, termasuk kalibrasi, berperan penting dalam hal ini, terutama melalui program strandardisasi.

Dilatarbelakangi kesadaran ini, BSKJI Kemenperin melaksanakan Bimtek Akbar seri 2 tahun 2021 pada Selasa (21/9). Tema yang diusung dalam penyelenggaraan bimtek adalah Peran Penilaian Kesesuaian pada Standardisasi Industri untuk Mendorong Daya Saing Industri Nasional.

“Manfaat dari bimtek ini adalah menyiapkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) industri dalam hal kalibrasi alat dan mesin pengujian produk yang akan digunakan untuk pengujian produk baik di perusahaan industri maupun lembaga penilai kesesuaian dalam rangka penguatan penjaminan mutu produk industri nasional,” papar Doddy.

Penyelenggataan bimtek tersebut, lanjut dia, sejalan tekad Kemenperin dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM industri. Hal ini sesuai pula dengan implementasi program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Melalui bimtek ini, peserta diharapkan memahami metode kalibrasi untuk penjaminan mutu produk industri. Setelah itu, mereka dapat menerapkan pengetahuan khususnya terkait jaminan kebenaran pengukuran yang meliputi standar pengukuran, kompetensi proses pengukuran, estimasi ketidakpastian, dan ketelusuran proses untuk meningkatkan kualitas produk industri nasional,” jelas dia.

Sepanjang tahun 2020 sampai Agustus 2021, menurut Doddy, BSKJI Kemenperin telah menunjukkan peranannya dalam pendampingan secara langsung terhadap pengembangan SDM industri dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan lebih dari 46.000 peserta yang berasal dari berbagai sektor industri.

Pada Bimtek BSKJI seri 2 ini, diikuti sebanyak 2.000 peserta. “Dengan pelaksanaan pendampingan secara berkelanjutan, diharapkan ke depannya industri mampu meningkatkan pengetahuan dan keahlian SDM industri sehingga meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan daya saing industri nasional,” tutur Doddy.

Melalui berbagai upaya strategis tersebut, Kepala BSKJI optimistis sektor industri akan berperan penting dalam upaya mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.

“Selama ini sektor industri merupakan motor penggerak terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ujar dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada kuartal II-2021, kinerja industri pengolahan nonmigas mengalami pertumbuhan sebesar 6,91%, seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang juga positif sebesar 7,07%.

Berbagai langkah telah dilakukan Kemenperin untuk meningkatkan nilai tambah sektor industri di tanah air, antara lain mendorong hilirisasi, substitusi impor, dan mendorong industri dalam negeri sebagai bagian rantai pasok global.

“Dengan penguasaan kalibrasi sebagai langkah peningkatan daya saing, Kemenperin mengharapkan pangsa pasar yang semakin luas bagi produk-produk dalam negeri, sehingga strategi yang diupayakan dapat berhasil optimal,” pungkas dia.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN