Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas kesehatan mendorong tabung oksigen saat mempersiapkan ruangan perawatan pada Tower 8 Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). Untuk mengatasi peningkatan kasus Covid -19 khususnya di wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga, pemerintah akan membuka tower 8 Wisma Atlet Pademangan untuk perawatan pasien tanpa gejala (OTG). Tower tersebut mampu menampung 1.569 pasien untuk melakukan isolasi. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Petugas kesehatan mendorong tabung oksigen saat mempersiapkan ruangan perawatan pada Tower 8 Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). Untuk mengatasi peningkatan kasus Covid -19 khususnya di wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga, pemerintah akan membuka tower 8 Wisma Atlet Pademangan untuk perawatan pasien tanpa gejala (OTG). Tower tersebut mampu menampung 1.569 pasien untuk melakukan isolasi. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Kemenperin Pastikan Stok Tabung Gas Oksigen Cukup

Kamis, 24 Juni 2021 | 19:44 WIB
Leonard Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan ketersediaan tabung gas oksigen medis masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan perawatan pasien Covid-19.

"Saat melakukan persiapan bantuan oksigen ke India, Kemenperin juga mengantisipasi dan menjamin kebutuhan dalam negeri terpenuhi kalau ada peningkatan kasus Covid-19. Bantuan yang diberikan sebanyak 3.400 tabung, atau hanya 0,05% dari stok tabung nasional. Jadi tabung oksigen cukup tersedia," kata Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri di Jakarta, Kamis (24/6).

Kemenperin, lanjut dia, sudah melakukan pertemuan-pertemuan dengan asosiasi untuk mempersiapkan ketersediaan oksigen beserta tabungnya. "Intinya, tidak ada kelangkaan tabung oksigen, karena tabung oksigen cukup dan tersedia untuk mengantisipasi lonjakan permintaan akibat meningkatnya kasus Covid-19 di dalam negeri," tegas dia.

Febri menyebut, saat ini para distributor tabung juga masih memiliki stok, sehingga apabila kebutuhan tabung gas oksigen di rumah sakit terus meningkat, bisa langsung dipergunakan. Selain itu, guna memastikan jumlah kebutuhan di rumah sakit yang menangani Covid-19, Kemenperin juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pemutakhiran data kebutuhannya di daerah.

"Hal ini diharapkan bisa memastikan agar pasokan tabung gas oksigen untuk medis sesuai dengan kebutuhan daerah dan rumah sakit setempat dan tepat sasaran," papar dia.

Ketua Umum Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) Arief Harsono menambahkan, pihaknya masih memiliki ketersedian stok 2.000 tabung gas oksigen untuk medis. Jumlah tersebut bisa digunakan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan akibat meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di tanah air.

"Pada bulan Juli, akan datang lagi tambahan tabung gas, sehingga kami pastikan ketersediaan tabung gas oksigen untuk medis tercukupi," imbuh dia.

Arief mengatakan, pihaknya juga terus memastikan stok regulator tabung, karena merupakan komponen penting yang ketersediaannya harus selalu dijaga dalam mengantisipasi lonjakan jumlah kasus Covid-19. "Kami juga terus cek regulator, karena merupakan komponen penting bagi tabung oksigen," tandas dia. 

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN