Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam ratas ketahanan pangan. Sumber: BSTV

Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam ratas ketahanan pangan. Sumber: BSTV

Kementan Buka Masukan untuk Kemajuan Pertanian

Senin, 28 Desember 2020 | 11:31 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong seluruh organisasi pertanian nasional untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik dengan memenuhi kebutuhan pangan berkelanjutan. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) terbuka menerima masukan dari berbagai pihak untuk menunjang kemajuan pertanian di Tanah Air.  

Ia pun mendukung kehadiran organisasi seperti Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI). Kontribusi PISPI sejauh ini sangat besar, terutama dalam memberikan rekomendasi dan masukan pada perkembangan pertanian modern.

PISPI sudah sering memberikan masukan terkait pertanian holistik, komprehensif dan terintegrasi. “Kementan tidak bisa bergerak sendiri dan harus bersama sama menghadapi tantangan untuk memajukan pertanian Indonesia lebih modern,” ujar YSL, Senin (28/12).

Ketua Umum PISPI Sunarso mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas masukan dan support yang diberikan oleh SYL.

PISPI siap berkolaborasi untuk memajukan sektor pertanian yang kreatif, inovatif, visioner, dan integratif karena masih banyak lahan pertanian yang berubah fungsi menjadi lahan properti.

Menurut dia, Indonesia harus punya strategi jangka panjang hingga 50 tahun ke depan untuk sektor pertaninan. Karena, permasalahan pertanian akan terus berkembang dan dibutuhkan pemecahan masalah yang visioner.

“Pertanian akan maju dan modern jika kolaborasi ditingkatkan dan terbuka. Sektor pertanian memang butuh masukan dan ide baru,” ujar Sunarso.

Menurut dia, pembangunan pertanian yang integratif adalah pembangunan pertanian yang tidak bisa diserahkan hanya kepada Kementan, tetapi juga harus menajadi gerakan masif.

Para sarjana pertanian pun harus bisa menyelesaikan masalah pertanian dan penyelesaiannya melibatkan semua elemen dengan mengesampingkan ego sektoral.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Harvic Hasnul Qolbi siap memperkuat kepemimpinan pertanian dan membuat sektor pertanian menjadi lebih maju dan modern.

Program-program pertanian yang sudah ada diharapkan dapat berjalan dengan lancar. Ia juga berjanji akan membuat sebuah terobosan untuk kemajuan pertanian ke depan.

“Saya ditugaskan Presiden untuk membantu SYL dan diharapkan dapat mempercepat akselerasi pembangunan sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” ujar dia.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN