Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Syahrul Yasin Limpo

Syahrul Yasin Limpo

Kementan dan IPB Kolaborasi Bangun Pertanian Era 4.0

Ridho Syukra, Rabu, 13 November 2019 | 13:58 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk membangun pertanian menuju era 4.0.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Kementerian sangat membutuhkan peran serta akademisi atau kampus dalam memberikan saran untuk perkembangan pertanian ke depannya.

“Kami butuh teman dari IPB karena IPB merupakan kampus yang sudah teruji dan bisa membantu Kementan dalam mengembangkan industri pertanian menuju era 4.0,” ujar dia di Jakarta, Rabu (13/11)

SYL mengakui bahwa saat ini hasil di lapangan akan menjadi skala prioritas penting, dimana hasil yang didapatkan dari kinerja akan mendorong sektor pertanian.

SYL juga meminta seluruh jajarannya untuk selalu belajar melihat kondisi lapangan negara maju, bagaimana perkembangan di negara lain serta melihat level pertaniannya.

“Indonesia sudah harus melihat posisi sudah dimana level pertaniannya dan kampus bisa menjadi partner untuk membuat sebuah terobosan,” ujar dia.

Rektor IPB Arif Satria mengatakan SYL sangat luar biasa dan bisa bekerjasama dengan para akademisi.

IPB diharapkan bisa mendukung kebijakan dan program pemerintah dan IPB mengusulkan agar data pangan bisa menjadi kekuatan untuk menuju sektor pertanian 4.0.

Pihaknya akan mencoba untuk menggali data dan terus memperkuat data yang ada dan termasuk juga melihat perkembangan untuk regenerasi petani dimana kondisi petani Indonesia rata rata sudah berumur 47 tahun ke atas.

Petani di Indonesia akan terjadi krisis 10 tahun lagi, jika tidak diantisipasi maka Indonesia bisa kekurangan petani dan IPB sudah mempunyai program generasi petani untuk memperkuat ketahanan pangan.

Ia mengatakan IPB juga memiliki program untuk mencetak technopreneur serta sociopreneur dengan pemanfaatan hasil lapangan.

Technopreneur adalah pelaku usaha sementara sociopreneur adalah orang yang memanfaatkan inovasi untuk pendampingan apalagi di era 4.0 dimana teknologi berbasis artificial intelegent sudah banyak diterapkan.

IPB beserta jajarannya juga siap mendukung warroom yang akan segera di bentuk oleh Kementan, dimana warroom merupakan pusat pengendalian data pertanian nasional.

Dalam waktu dekat ini, Mentan dan jajarannya akan datang ke IPB untuk mendiskusikan lebih jauh program pertanian untuk tahun 2020.

“Sinergi antara Pemerintah dan Akademisi penting dilakukan untuk menciptakan kebaikan sektor pertanian,” ujar dia
 

Lawan alih Fungsi Lahan dengan Insentif

Kementerian Pertanian secara aktif telah melakukan pencegahan alih fungsi lahan secara masif melalui pemberian insentif bagi pemilik lahan di antaranya dengan memberikan bantuan saprodi seperti alat mesin pertanian, pupuk dan benih subsidi.

SYL juga mencegah alih fungsi lahan dengan single data lahan pertanian dalam jangka pendek dan data pertanian itu harus satu sehingga bisa menjadi referensi.

Data yang akurat bisa melahirkan banyak program tepat guna dan tepat sasaran untuk para petani di seluruh Indonesia.

Dalam 100 hari kerja, SYL fokus pada kejelasan lahan yang akan panen dimana saja dan seperti apa kemampuannya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA