Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petani padi di sawah

Petani padi di sawah

Kementan dan Kementerian ATR/BPN Verifikasi Data Luas Baku Sawah

Kamis, 31 Oktober 2019 | 15:23 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Kedatangan SYL bertujuan untuk mengetahui dan menyamakan data pertanian khususnya luas baku sawah.

Kedatangan SYL juga bertujuan untuk membangun hubungan dan sinergi antara Kementan dan Kementerian ATR/BTN sekaligus bagian dari program 100 hari kerjanya sebagai Menteri Pertanian.

SYL mengatakan fokus utamanya sebagai Mentan adalah membereskan data pertanian dimana data pertanian tersebut cukup luas dan mendalam, satu per satu data disamakan termasuk data luas baku sawah.

Per tanggal 1 Desember 2019, akan disepakati bersama data akhir yang digunakan, sehingga tidak ada lagi istilah data yang berbeda beda dan data pertanian hanya satu. Data pertanian harus satu karena jika bercabang cabang maka akan membuka ruang bagi tindakan kecurangan terutama untuk mafia pangan.

Berdasarkan hasil pertemuan tertutup, tim Kementan dan Kementerian ATR/BTN akan bersama sama melakukan verifikasi terhadap sejumlah wilayah yang juga melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS).

“ Perbedaan yang terjadi selama ini karena menggunakan satelit sehingga ada kebiasan dan sekarang sudah ada satu data,” ujar dia di Jakarta, Kamis (31/10).

Ia berjanji akan mengawal secara langsung proses verifikasi dan hasil akhir data ini akan digunakan untuk perumusan kebijakan pembangunan sektor pertanian.

Data akhir ini akan berdampak pada petani dan masyarakat luas sehingga data tidak boleh main main dan harus terpercaya.

Kunjungan SYL tidak berhenti di Kementerian ATR/BTN tetapi akan berlanjut ke Kementerian lainnya seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

SYL berjanji akan bekerja serius untuk menangani masalah pertanian karena memang menyangkut perut masyarakat.

Di satu sisi, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil menyambut kedatangan SYL ke kantornya, ia memastikan tidak ada lagi perbedaan data karena semua pihak duduk bersama sama.

Berdasarkan perhitungan tahun 2018, lahan baku sawah nasional seluas 7 juta hektare berkurang 645.854 hektare dibandingkan lahan baku sawah tahun 2013 seluas 7,7 juta hektare.

“Kami sudah punya data terbaru tetapi tidak akan mengeluarkannya sampai benar benar valid dan dibutuhkan,” ujar dia.

Hingga 31 Oktober 2019, Kementerian ATR/BPN sudah melakukan validasi terhadap 20 provinsi meliputi provinsi di wilayah Jawa, Bali dan Sumatera serta Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Ia memilih 20 provinsi tersebut karena daerah penghasil beras terbesar yang menjadi lumbung pangan nasional dan 13 provinsi lainnya akan diperiksa.

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN