Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peternakan ayam.Foto ilustrasi IST

Peternakan ayam.Foto ilustrasi IST

Kementan Jaga Stabilitas Harga Ayam Potong

Rabu, 2 September 2020 | 14:09 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya menjaga stabilitas supply dan harga ayam hidup (live bird) di tingkat peternak.

Ditjen PKH Kementan Nasrullah mengatakan pihaknya sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Dirjen PKH Nomor 09246T/SE/PK/230./F/08/2020 tentang Pengurangan Day Old Chicken Final Stock (DOC FS) melalui Cutting Hatching Egg (HE) Umur 18 hari dan Penyesuaian Setting HE.

Seluruh perusahaan pembibit juga berkomitmen mematuhi pelaksanaan Surat Edaran ini, selain itu pihaknya juga mengatur pengendalian supply melalui Cutting Hatching Egg (HE) umur 18 hari dan pengurangan jumlah setting HE di mesin setter akan mengurangi supply DOC FS di bulan September-Oktober 2020.

Sementara itu untuk dampak afkir dini Parent Stock secara bertahap akan mengurangi supply DOC FS mulai bulan November sampai Desember 2020.

“ Di dalam Surat Edaran tersebut juga disebutkan kewajiban penyerapan Livebird dari internal dan eksternal perusahaan pembibit berdasarkan market share,” ujar dia di Jakarta, Rabu (2/9).

Implikasi diterbitkannya SE Dirjen PKH ini diharapkan secara langsung berdampak pada peningkatan pemotongan Livebird di Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan sekaligus penyimpanan di Cold Storage sehingga nantinya bisa mengurangi supply Livebird di pasar becek secara bertahap dan membaiknya harga Livebird di tingkat peternak.

“SE ini juga mewajibkan penyerapan Livebird sekaligus diikuti pemotongan di RPHU dan penyimpanan di Cold Storage,” ujar dia.

Upaya jangka pendek yang saat ini sedang dilakukan adalah menjaga penjualan di antara perusahaan melalui mekanisme off atau bergiliran yang dimulai sejak 31 Agustus 2020 sampai 17 September 2020.

Pengurangan DOC FS melalui Cutting HE juga diperluas, pengurangan jumlah setting HE dan afkir dini akan diperluas di wilayah di luar pulau Jawa.

Ia menegaskan penyerapan liverbird juga akan terus dimaksimalkan terutama untuk sumber DOC FS yang berasal dari perusahaan terintegrasi.

Dampak dari pengurangan DOC FS ini nantinya akan mengoreksi jumlah supply terhadap demand sehingga secara bertahap harga Livebird akan bergerak di atas HPP peternak dan mencapai harga acuan Permendag Nomor 7 Tahun 2020.

Pemerintah juga berkomitmen mendesak kepada perusahaan pembibit agar tetap menjaga harga terjangkau sesuai dengan harga acuan Permendag.

Dewan Pembina Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional Tri Hardiyanto menilai seharusnya para peternak memberikan waktu dan kesempatan untuk Menteri Pertanian dalam menjalankan kebijakannya.

Pimpinan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih mendukung langkah pemerintah khususnya Kementerian Pertanian. Dan ia berharap Mentan SYL dan jajarannya dapat menindak tegas perusahaan yang nakal.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan saat ini pemerintah terus berkomitmen untuk membenahi sektor perunggasan nasional dan mencapai stabilitas harga livebird di tingkat peternak.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN