Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk-produk obat herbal Covid-19 eucalyptus Kementan dalam beberapa kemasan

Produk-produk obat herbal Covid-19 eucalyptus Kementan dalam beberapa kemasan

Kementan Kembangkan Obat Covid-19 Eucalyptus dalam Berbagai Berbentuk

Jumat, 7 Mei 2021 | 08:11 WIB
Vento Saudale

BOGOR, investor.id  – Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbangtan) saat ini tengah mengembangkan Obat Covid-19 Eucalyptus dalam kemasan balsem, inhaler, kalung aromatherapy, hingga roll on.

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menuturkan, saat ini Balitbangtan telah mengembangkan beberapa prototipe produk berbasis eucalyptus seperti roll on, inhaler, balsem dan kalung aromatherapy.

“Produk-produk nantinya akan lebih banyak lagi, harapannya ini bisa digunakan masyarakat luas,” paparnya, Kamis (6/5/2021).

Produk eucalyptus yang dikembangkan menggunakan formula yang telah diuji secara in vitro di Laboratorium BSL-3 BBalitvet.

Fadjry menyebutkan, selama satu tahun melakukan riset, Balitbangtan telah menguji 60 jenis bahan herbal, seperti minyak atsiri, serbuk dan daging buah yang dilaporkan mempunyai kemampuan menetralisir virus.

Produk-produk obat herbal Covid-19 eucalyptus Kementan dalam beberapa kemasan
Produk-produk obat herbal Covid-19 eucalyptus Kementan dalam beberapa kemasan

“Dari hasil pengujian, eucalyptus memiliki potensi yang lebih tinggi dibandingkan bahan herbal lainnya,” katanya.

Sebelumnya, Berdasarkan studi terkait aktivitas antivirus senyawa 1,8-cineole pada SARS-CoV-2 melalui uji molecular docking yang dilakukan oleh Sharma & Kaur pada tahun 2020, memperlihatkan bahwa Main protease (Mpro) / chymotrypsin seperti protease (3CLpro) dari COVID-19, menjadi target potensial penghambatan replikasi Coronavirus.

Senyawa 1,8-cineole yang juga disebut eucalyptol, adalah komponen utama dari minyak atsiri  yang ditemukan dalam daun eucalyptus.  Senyawa 1,8-cineole dalam eucalyptus memiliki kemampuan dalam menetralisir virus, anti inflamasi dan antimikroba.

Ketua Tim Riset Eucalyptus Arif Santoso menambahkan,  pihaknya harus melakukan terapi ke pasien Covid-19 yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Kita menggunakan metode ilmiah yang standar, memang hasilnya baik. Posisinya, eucalyptus sebagai adjuvan artinya obat tambahan. Hasilnya lebih baik dibandingkan tanpa eucalyptus. Itu yang kami dapatkan. Ke depan, kami akan meneliti dalam jumlah sampel yang lebih sehingga bisa kita aplikasikan secara luas ke masyarakat,” tambahnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN