Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Cabai merah. Foto: IST

Cabai merah. Foto: IST

Kementan Siapkan Strategi Tunda Jual Cabai Antisipasi Jatuhnya Harga

Selasa, 12 Mei 2020 | 14:13 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Produksi cabai yang melimpah tidak sebanding dengan permintaan pasar yang menipis akibat PSBB sehingga terjadi kelebihan pasokan dan petani khawatir harga cabai jatuh.

Untuk mengantisipasi jatuhnya harga cabai maka Kementerian Pertanian sudah menyiapkan strategi khusus untuk melindungi petani.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto mengatakan, cabai merupakan salah satu dari 11 komoditas pangan yang masuk ke dalam radar/pantauan Kementan dimana pasokan dan harganya harus stabil.

Khusus untuk cabai, panennya sudah berlangsung sejak April lalu dan akan mencapai puncaknya pada Juli mendatang.

Pedagang menata cabai di Pasar Lembang, Tangerang (10/3/2020). Menurut pedagang, harga cabai di pasaran mulai merangkak turun diantaranya cabai rawit merah dari Rp60 ribu menjadi Rp45 ribu, cabai merah keriting dari Rp55 ribu menjadi Rp40 ribu dan cabai rawit hijau Rp50 ribu menjadi Rp30 ribu. Foto: SP/Ruht Semiono
Pedagang menata cabai di Pasar Lembang, Tangerang . Foto: SP/Ruht Semiono

Namun produksi cabai yang melimpah tidak sebanding dengan permintaan yang menipis karena banyak masyarakat yang di rumah saja dan tidak ke pasar dan membuat pasokan cabai berlebihan dan petani tidak untung.

Kondisi Covid-19 ini memang di luar perkiraan, untuk melindungi petani dan mencegah jatuhnya harga cabai maka Kementan menerapkan strategi tunda jual yang sudah disosialisasikan ke petugas dinas pertanian di berbagai daerah.

Secara teknis, pihaknya akan menyiapkan dan memfasilitasi sewa cool storage di beberapa wilayah yang dapat digunakan petani untuk menyimpan hasil panennya.

“ Nanti dijual ketika harga sudah membaik dan kami juga akan fasilitasi biaya distribusi dari daerah produksi surplus ke daerah minus,” ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa (12/5).

Ia juga berpesan kepada petani agar lebih cerdas, tidak hanya menanam cabai saja tetapi diikuti komoditas lain, jika harganya jatuh maka masih ada pemasukan dari komoditas lain.

Dalam rangka mendukung program penanganan Covid-19 terhadap kelompok tani, pihaknya telah  merelokasi anggaran untuk memfasilitasi bantuan benih hortikultura.

Berdasarkan data Early Warning System pada Agustus hingga Oktober, produksi aneka cabai mengalami surplus.

Ia mengatakan selama dua bulan pandemi Covid 19, ketersediaan pangan tetap terkendali dan masyarakat tetap makan dan tidak ada masalah.
Kemaren masalah gula pasir yang harganya tinggi dan pasokannya langka sudah teratasi dengan baik karena pemerintah sudah impor dan gulanya sudah masuk ke Indonesia sebelum puasa.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN