Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peternak ayam memilih ayam yang akan dipotong di sebuah peternakan di Babakan Pocis, Tangerang Selatan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Peternak ayam memilih ayam yang akan dipotong di sebuah peternakan di Babakan Pocis, Tangerang Selatan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Kementan-Satgas Pangan Koordinasi Awasi Kebijakan Stabilisasi Harga Livebird

Jumat, 25 September 2020 | 14:08 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Satgas Pangan untuk mengawasi kebijakan stabilisasi suplai dan harga livebird (ayam hidup) di tingkat peternak.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah mengatakan sebelumnya, Kementan sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Ditjen PKH Nomor 09246T/SE/PK/230/F/08/2020 tentang ketentuan suplai dan harga livebird di tingkat peternak, dalam peraturan tersebut, perusahaan diminta untuk melakukan pemangkasan produksi unggas/pengurangan produksi sementara.

Kebijakan ini bersifat jangka pendek karena terjadi over supply pada 2020, belajar dari tahun sebelumnya jika terjadi over supply maka bisa dikendalikan namun untuk tahun ini, konsumsi daging ayam diproyeksikan turun 43% karena pandemi.

Jika suplai meningkat tetapi permintaan turun maka akan menimbulkan ketimpangan tata niaga maka tujuan Kementan mengeluarkan Surat Edaran adalah untuk menjaga suplai dan harga di tingkat peternak agar lebih stabil dan terjaga.

“Kebijakan ini tidak berpihak pada siapapun dan tidak akan merugikan perusahaan,” ujar dia dalam Webminar Pataka, di Jakarta, belum lama ini.

Pengendalian Suplai melalui Cutting Hatching Egg (HE) usia 18 hari maksimal dilakukan empat kali kemudian dievaluasi dengan memeriksa stok di cold storage.

Pihaknya akan memberikan sanksi kepada perusahaan jika tidak menjalankan SE tersebut maka saat ini koordinasi dengan Satgas Pangan dibutuhkan agar kebijakan tersebut berjalan lancar di lapangan dan tidak ada pelaku usaha bermain curang.

Pihaknya juga mendorong proses penetapan dan pelepasan rumpun atau galur ternak, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penghargaan dan pengakuan terhadap rumpun atau galur ternak untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Direktur Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) Yeka Hendra Fatika mengatakan apapun yang sudah menjadi keputusan pemerintah, semua pelaku usaha wajib mematuhinya.

Bagi pelaku usaha yang belum mencapai target realisasi pengurangan pasokan sesuai SE, Satgas Pangan akan melakukan upaya jemput bola.
Publik mendorong pemerintah untuk melakukan transparansi atas setiap progres atau berita acara yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam menjalankan pengurangan pasokan.

Diperlukan aksi yang melibatkan semua pelaku usaha baik dari hulu hingga hilir untuk mendorong peternak mandiri.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN