Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani

Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani

Kenaikan Tarif CHT 12% Tambah Penerimaan Negara Sampai Rp 193,53 T

Selasa, 14 Desember 2021 | 05:00 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah resmi menaikan rata-rata Cukai Hasil Tembakau (CHT) tahun 2022 sebesar 12%. Sedangkan untuk jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) kenaikan tarif maksimal di angka 4,5%. Hal ini dilakukan agar terjadi penurunan prevalensi anak usia 10-18 tahun menjadi 8,3% dan penurunan produksi 3% di tahun 2022. Penerimaan CHT diestimasikan mencapai target APBN sebesar Rp 193,53 triliun

“Bapak Presiden telah memberikan arahan mengenai keputusan (kenaikan tarif CHT)ini yang sudah diputuskan dan digodok bersama dengan Menko Perekonomian dan menteri-menteri terkait,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers Kebijakan Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang berlangsung secara virtual pada Senin (13/12).

Dengan adanya kenaikan tarif CHT diperkirakan akan menurunkan produksi rokok dari tahun 2021 sebesar 3% di tahun 2022 dari tahun 2021 yang sebesar Rp 320,1 miliar batang di tahun 2022 menjadi 310,4 miliar batang. Indeks kemahalan meningkat jadi 13,78% di tahun 2022 dari dari yang sebelumnya 12,7% di tahun 2021.

Prevalensi merokok dewasa diperkirakan turun jadi 32,26% di tahun 2022 dari tahun 2021 yang sebesar 33,2%.

Dari sisi tenaga kerja berpotensi mengalami penurunan sebesar 457.990 orang.

Penyesuaian batasan minimum harga jual eceran sebesar 12% degan pertimbangan Dalam simulasi kenaikan tarif cukai, beberapa layer tarif telah melebihi batasan 57%.Rasio Harga Transaksi Pasar (HTP) dibanding Harga Jual Eceran (HJE) dan SKT telah melebihi 100%

Adapun tarif CHT tahun 2022 terbagi ke dalam 10 golongan rokok yang berada di dalam tiga jenis rokok. Pertama, cukai Sigaret Kretek Mesin (SKM) golongan I naik sebesar 13,9%, SKM golongan IIA naik 12,1%, SKM golongan IIB mencapai 14,3%.

Kedua, cukai SPM golongan I naik 13,9%, SPM golongan IIA naik 12,4%, dan SPM golongan IIB kenaikannya sebesar 14,4%. Ketiga, cukai SKT golongan IA sebesar 3,5%, SKT golongan IB 4,5%, SKT golongan II 2,5%, dan SKT golongan III 4,5%.

“Kenaikan cukai rata-rata rokok adalah 12% tapi untuk SKT yaitu sigaret kretek tangan presiden meminta kenaikan maksimal 5%, jadi kami menetapkan maksimum 4,5%,” ucap Sri Mulyani.

Pemerintah melakukan penyederhanaan layer tarif cukai SKM-SPM IIA dan IIB dengan beberapa pertimbangan yaitu selisih tarif yang rendah, pertumbuhan produksi golongan II, dampak terhadap penurunan produksi, penerimaan tidak signifikan dan terdapat pabrikan-pabrikan yang berada di 2 layer sekaligus.

Pemerintah terus meningkatkan dukungan terhadap petani/buruh tani tembakau serta buruh rokok melalui kebijakan Dana Bagi Hasil (DBH) CHT. Alokasi DBH CHT terbagi untuk beberapa sektor. Pertama sektor kesehatan sebesar 25%.

Kedua yaitu kesejahteraan masyarakat sebesar 50% yang terbagi untuk peningkatan kualitas bahan baku dan peningkatan keterampilan kerja dan pembinaan industri sebesar 20% sedangkan untuk pemberian bantuan 30%. Ketiga yaitu untuk penegakan hukum 25%.

“Dapat dialihkan ke bidang kesehatan dalam anggaran telah melebihi kebutuhan daerah,” ucap Sri Mulyani.

Tenaga kerja SKT semakin menurun seiring pergeseran produksi rokok ke produk buatan mesin. Penggunaan DBH CHT secara spesifik ditujukan kepada buruh tadi tembakau/buruh pabrik rokok terdampak dalam bentuk pemberian BLT, pelatihan keterampilan kerja, dan bantuan modal usaha

“Adapun untuk petani tembakau dialokasikan untuk peningkatan kualitas bahan baku, iuran jaminan produksi, subsidi harga, dan bantuan bibit/benih/pupuk dan prasarana produksi,” ucapnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN