Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung tinggi dan perkampungan di Jakarta

Gedung tinggi dan perkampungan di Jakarta

Kendalikan Polusi, Permukiman Padat Penduduk Perlu Direvitalisasi

Selasa, 23 Juli 2019 | 18:22 WIB

JAKARTA, investor.id - Pengamat Tata Kota Nirwono Joga menyarankan revitalisasi permukiman padat penduduk di Jakarta sehingga dapat meningkatkan pembangunan ruang terbuka hijau yang akan dapat membantu mengendalikan pencemaran udara atau polusi.

"Dengan revitalisasi kampung padat penduduk, sisa lahan yang ada dapat dioptimalkan menjadi ruang terbuka hijau," katanya usai mengisi Rapat Kerja Teknis Adipura Tahun 2019 di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan keterbatasan lahan di pusat Jakarta kemungkinan menyulitkan upaya untuk menambah ruang terbuka hijau di pusat kota.

Nirwono Joga, Koordinator Kemitraan Kota Hijau
Nirwono Joga, Koordinator Kemitraan Kota Hijau


Karena itu, ia menyarankan agar pemerintah daerah merevitalisasi atau meremajakan perkampungan yang padat penduduk dengan membangun rumah susun atau kampung susun, sehingga kapasitas rumah tapak menjadi lebih maksimal di rumah vertikal atau hunian vertikal.

Sisa lahannya, kata dia, dapat dioptimalkan menjadi ruang terbuka hijau, tempat evakuasi bencana atau gempa.

"Intinya perlu ada tata ulang kawasan-kawasan kota terutama yang padat penduduk," katanya seperti dilansir Antara.

Boros lahan

Dalam kesempatan tersebut pengamat tata kota dari Universitas Trisakti itu menilai bahwa pembangunan di Jakarta tidak optimal atau boros lahan.

Pembangunan hunian di Jakarta, menurut dia, lebih banyak pembangunan rumah tapak yang menghabiskan banyak lahan.

Karena itu, seharusnya sejak awal telah ada perencanaan matang untuk membangun hunian vertikal sehingga lahan yang tersisa dapat didistribusikan untuk membangun paru-paru kota. (gr)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN