Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjadi narasumber pada Diskusi Meyambut Haul ke-31 Al-Magfurlah KH.Ali Maksum Krapyak Yogyakarta, Sabtu (04/01/2020)

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjadi narasumber pada Diskusi Meyambut Haul ke-31 Al-Magfurlah KH.Ali Maksum Krapyak Yogyakarta, Sabtu (04/01/2020)

Kepala BKPM: Pengusaha Santri Harus Siap Digandeng Investor

Gora Kunjana, Sabtu, 4 Januari 2020 | 13:17 WIB

YOGYAKARTA, investor.id  --Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menantang santri untuk menjadi pengusaha. Tak hanya itu, pengusaha berbasis santri harus siap digandeng oleh investor membangun perekonomian umat.

"Tolong disampaikan bahwa menjadi pengusaha juga sangat mulia. Tidak ada namanya politisi mabrur. Yang mabrur hanya haji dan pengusaha, koreksi kalau saya salah," ujar Bahlil, sedikit berseloroh di depan ratusan santri pada Diskusi Menyambut Haul Ke-31 Al-Maghfurlah KH. Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta, Sabtu (4/1/2020).

Bahlil mengatakan, pesantren tak hanya dijadikan sebagai basis siar agama, spiritualitas, dan aspek-aspek teologis. Pesantren juga dapat menjadi sentra menebar virus-virus kewirausahaan.

"Bagaimana agar santri santri juga menguasai dalam pengertian positif aspek ekonomi untuk kemaslahatan umat, bangsa dan negara," ujar Bahlil.

Ia mencontohkan, Rasulullah SAW tak hanya menebar siar agama. Beliau juga menebar virus kewirausahaan dengan berdagang dan membangun infrastruktur. "Beliau bangun pasar, mengakuisisi sumur milik orang Yahudi dan sebagainya yang terkait kehidupan umat," ujar Bahlil.

Gandeng Investor

Ke depan, ujar Bahlil, semakin berkembang, pengusaha berbasis santri harus mempersiapkan diri untuk digandeng investor dalam dan luar negeri dalam mengembangkan usaha.

"Jadi, pengusaha pengusaha santri nantinya siapkan diri dan bangun capacity building agar siap digandeng (investor)," papar Bahlil.

Ia mengatakan, salah satu kebijakan lembaga yang dipimpinnya adalah investor yang masuk dan berinvestasi di Tanah Air wajib menggandeng pengusaha di daerah dimana investasi itu berada.

"Sebab itu, santri-santri harus siap. Investasi nantinya juga bisa menggandeng atau bermitra dengan Usaha Kecil dan Menengah (UKM)," ujar  Bahlil.

Sumber : PR

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA