Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kementerian PUPR tawarkan kerja sama-investasi-infrastruktur-5-ruas jalan-tol-pada-Dubai-Expo 2020

Kementerian PUPR tawarkan kerja sama-investasi-infrastruktur-5-ruas jalan-tol-pada-Dubai-Expo 2020

Kerja Sama Investasi Infrastruktur 5 Ruas Tol Ditawarkan di Dubai Expo 2020

Senin, 22 November 2021 | 18:33 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuka peluang penawaran kerja sama investasi infrastruktur lima ruas jalan tol kepada para investor yang hadir di Investment Forum Expo 2020 Dubai, Uni Emirat Arab beberapa waktu lalu.

Keterangan pers menyebutkan kelima ruas jalan tol tersebut adalah Semanan-Balaraja (32,72 km), Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg (28,6 km). Jalan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat (61,5 km). Jalan Tol Bogor-Serpong via Parung (31,1 km). Jalan Tol Layang Cikunir-Karawaci (40 km).

Untuk meningkatkan minat investor ikut dalam skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)/Public Private Partnership, Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah regulasi termasuk Undang-Undang Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja yang bertujuan untuk membuka kesempatan lebih besar bagi pengusaha berinvestasi di bidang infrastruktur dalam negeri.

Melalui UU Nomor 11 Tahun 2020/ Omnibus Law, kemudahan berusaha menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Republik Indonesia, diantaranya dengan memotong birokrasi dan penyederhanaan proses perizinan usaha. Untuk pembangunan infrastruktur bidang PUPR pada tahun 2020-2024 diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar US$ 146 miliar.

Dari kebutuhan tersebut kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya bisa memenuhi 30% atau sekitar US$ 44 miliar, sehingga ada gap pendanaan sekitar US$ 102 miliar.

Sementara itu, 70 % sisanya diperoleh melalui investasi yang terus diupayakan melalui sejumlah kebijakan agar tetap kompetitif dan menarik, seperti skema pembiayaan kreatif jalan, dan insentif pajak untuk penanaman modal baru.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN