Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Bank Dunia Mari Elka Pangestu. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Direktur Bank Dunia Mari Elka Pangestu. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Ketidakpastian Global, Pertumbuhan Ekonomi RI Masih Sekitar 5%

Triyan Pangastuti/Arnoldus Kristianus, Kamis, 6 Februari 2020 | 14:11 WIB

JAKARTA, investor.id – Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sepanjang 2019 sebesar 5,02% dinilai cukup bagus, meski di bawah target pemerintah sebesar 5,3%.

Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini masih sekitar 5% akibat ketidakpastian global. Ketidakpastian ini akan memengaruhi laju investasi. Oleh karena itu, pemerintah harus memperbaiki berbagai faktor penghambat investasi. Sebab, investasi menjadi kunci akselerasi pertumbuhan ke depan.

Mari Pangestu menegaskan, agar PDB tumbuh lebih tinggi dan investasi deras mengalir, pemerintah memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Pertama menjalankan reformasi struktural  secara berkesinambungan, mulai dari perpajakan hingga mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Jika UU omnibus law selesai, kita bisa mulai melihat investasi mengalir. Tetapi mungkin dampaknya baru mulai terasa tahun depan,” ucap Mari.

Kedua, mengimplementasikan peraturan turunan omnibus law secara cepat untuk mendongkrak investasi.

Mari Pangestu melihat bahwa fondasi untuk menggapai ekonomi tumbuh tinggi cukup bagus. Fundamental tetap kuat, seperti inflasi yang rendah, jumlah kemiskinan dan ketimpangan berkurang, dan pasar domestik yang besar.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, . Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, . Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Sedangkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, ke depan, pihaknya akan menggenjot investasi agar menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi. Saat ini, pertumbuhan ekonomi masih bergantung pada konsumsi.

“Harapan kami pertumbuhan ekonomi bisa berada di kisaran 5,3 sampai 5,5% tahun ini. Untuk itu, realisasi investasi ditargetkan Rp 886 triliun,” ucap Bahlil.

Untuk mewujudkan target-target investasi, kata Bahlil, pihaknya menempuh sejumlah langkah. Antara lain memperbaiki regulasi. Proses perizinan dari hulu ke hilir akan dipusatkan di BKPM. Pemerintah sudah mengembalikan kewenangan perizinan ke BKPM lewat Inpres Nomor 7 Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha.

“Kami juga membuat satuan tugas untuk mengatasi kendala di lapangan. Sebab implementasi di lapangan juga menjadi salah satu penghambat pertumbuhan investasi,” kata dia.

TP Rachmat, Founder Triputra. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
TP Rachmat, Founder Triputra. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Adapun Founder Triputra Group TP Rachmat menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02% tidak terlalu buruk. Yang perlu diperbaiki kita adalah daya saing Indonesia dan itu akan dijawab dengan omnibus law. “Saya berharap omnibus law segera rampung, sehingga Indonesia masuk era baru yang lebih positif, investasi mengalir deras,” kata dia kepada Investor Daily, Rabu.

Menurut dia, omnibus law menjadi fondasi yang baik untuk ekonomi ke depan. “Kalaupun hasilnya baru setahun kemudian, nggak pentinglah,” katanya. (ks/hg)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN