Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
KRL Commuter melintas di Jatinegara, Jakarta. Foto ilustrasi: SP/Ruht Semiono

KRL Commuter melintas di Jatinegara, Jakarta. Foto ilustrasi: SP/Ruht Semiono

Keuangan KAI Terbebani Jika KCI Diakuisisi MRT Jakarta

Rabu, 20 Januari 2021 | 15:50 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengakui akuisisi 51% saham PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) oleh PT MRT Jakarta akan berdampak berat bagi keuangan BUMN itu jika terealisasi.

Pasalnya, anggaran public service obligation (PSO) bagi penumpang kereta rel listrik (KRL) yang dioperasikan KCI tak akan didapatkan lagi oleh KAI bila PT MRT Jakarta mengakuisisi KCI.

"Kalau ini terjadi, PSO akan hilang dari KAI. Ini berat buat kami," ungkap Direktur Keuangan KAI Salusra Wijaya dalam diskusi virtual Serikat Pekerja Kereta Api yang bertajuk Integrasi atau Akuisisi, Rabu (20/1/2021).

Menurut dia, fixed cost atau biaya tetap yang ditanggung PT KAI sangat tinggi dalam memelihara sarana dan prasarana perkeretaapian. Karena itu, arus kas KAI bakal terganggu jika tak mendapatkan amanah PSO KRL.

"PSO tidak bisa diberikan begitu saja ke perusahaan swasta bukan BUMN dan BUMD. Bahkan, prosentase kepemilikan KAI sendiri tidak mayoritas, kita sangat berhati-hati sekali. Saya harus menjaga transaksi ini proper, legal, dan tidak merugikan KAI. KAI sendiri diamanahkan memberikan pelayanan terbaik bukan hanya di Jabodetabek. Jangan sampai transaksi ini justru melemahkan KAI,” ujar Salusra.

Salusra menambahkan, di masa pandemi Covid-19 ini pun volume penumpang kereta api (KA) anjlok hingga 80%. Padahal sektor penumpang merupakan sumber utama pendapatan perseroan tersebut.

“Tahun 2021 tidak lebih bagus dan makin terancam semakin banyaknya peraturan membatasi keleluasaan bepergian. Sudah pasti karena itu core business kami. Bahkan mendanai kewajiban pokok tiap bulan pun harus mengambil pinjaman dari luar,” kata dia.

Adapun rencana akusisi KCI oleh PT MRT Jakarta bermula dari arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas (ratas) pada 8 Januari 2019 yang ingin pengelolaan transportasi di Jabodetabek diberikan kewenangannya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan kontribusi Pemprov DKI sebesar 51% dan pemerintah pusat 49%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN