Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan, Sri Mulyani

Menteri Keuangan, Sri Mulyani

Keuangan PLN dan Pertamina Membaik, Pemerintah Realisasikan Belanja Kompensasi dan Subsidi Rp 452,6 Triliun 

Kamis, 24 November 2022 | 15:30 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Kementerian Keuangan menyampaikan realisasi belanja konpensasi dan subsidi telah mencapai Rp 452,6 triliun sampai Oktober 2022. Belanja segmen ini mendominasi belanja non Kementerian dan Lembaga (K/L) yang hingga Oktober realisasinya mencapai Rp 917,7 triliun atau 67,7% terhadap APBN.

"Belanja Non (K/L) cukup besar didominasi kompensasi dan subsidi. Ini menunjukkan APBN tetap sebagai shock absorber," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTA, Edisi Oktober, Kamis (24/11).

Baca juga: Akhir Oktober 2022, Belanja Negara Terserap 75,7%

Dia memerinci, total tersebut terdiri atas kompensasi Rp 268,1 triliun atau sudah memenuhi 91,3% dari pagu kompensasi tahun ini sebesar Rp 293,5 triliun.

Anggaran ini diperuntukkan untuk pembayaran kewajiban pemerintah atas penugasan penyediaan pasokan BBM dan listrik dalam negeri. "Tahun 2021, kompensasi Rp 48 triliun tapi tahun ini kita memberikan pagu melonjak luar biasa besar Rp 293,5 triliun. Ini menggambarkan masyarakat merasakan ekonomi stabil sebab kami belanja kompensasi untuk menahan shock harga komoditas melonjak begitu besar seluruh dunia," terangnya

Baca juga: Realisasi Subsidi dan Kompensasi Rp 244 Triliun per Agustus

Berkat pembayaran kompensasi yang telah dibayarkan hingga Oktober, Menkeu mengklaim saat ini kondisi keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Pertamina cukup baik.

Hal ini merupakan bukti nyata dari komitmen APBN sebagai penahan guncangan atau shock absorber. "APBN jaga mereka dan buat perekonomian dan masyarakat relatif terjaga dengan harga di sektor energi relatif enggak dapat kenaikan sangat besar (dibandingkan) di berbagai negara lainnya,"pungkasnya.

Dengan begitu, total utang kompensasi baik BBM dan listrik hingga tahun 2021 seluruhnya telah dibayarkan pada Semester I tahun 2022. Begitu juga untuk kompensasi BBM dan listrik Semester I 2022 juga telah diselesaikan pada bulan Oktober 2022.

Selain kompensasi, ada pula penyaluran subsidi yang mencapai 184,5 triliun. Realisasi ini tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 yang mencapai Rp 144,4 triliun.

Baca juga: Kemenkeu: APBN 2023 Cerminkan Sikap Waspada Gejolak Perekonomian Global

Peningkatan ini dipengaruhi oleh volume penyaluran barang bersubsidi dan kenaikan harga produk BBM dan LPG. "Kami sudah bayarkan (Subsidi) ke PLN dan Pertamina sebesar Rp 184,5 triliun ini,"tuturnya.

Lebih rinci, realisasi penyaluran BBM (solar dan minyak tanah) sebanyak 13,3 juta kilo liter, dibandingkan periode yang sama tahun lalu baru 11,7 juta kilo liter. Ini gambarkan pemulihan ekonomi jadi mobilisasi dan permintaan terhadap BBM mengalami kenaikan.

LPG 3 kg sebanyak 5,8 metrik ton, listrik bersubsidi 38,7 pelanggan, subsidi perumahan 152,2 ribu unit dan penyaluran KUR Rp 301,3 Triliun.

"Ini semua adalah disatu sisi APBN jadi shock absorber tapi APBN juga jadi pengungkit atau pendorong ekonomi. Karena KUR ditingkatkan, subsidi perumahan naik diharapkan bisa dorong pemulihan ekonomi,"tutupnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com