Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (Foto: KKPnews)

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (Foto: KKPnews)

KKP Atur Kegiatan Berusaha Bidang Pengelolaan Ruang Laut Berbasis Risiko

Rabu, 31 Maret 2021 | 12:36 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Pasca ditetapkannya Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Undang Undang Cipta Kerja (UUCK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) merancang substansi peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 tahun 2021 tentang penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko dalam bentuk Rancangan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) tentang standar kegiatan usaha/standar produk perizinan berusaha berbasis risiko pada sektor kelautan dan perikanan.

Direktur Jenderal PRL KKP, Haeru Rahayu menjelaskan rancangan Permen KP tersebut dipastikan segera terbit untuk mempercepat implementasi arahan Presiden dalam penataan Regulasi dan Ekonomi.

Ditjen PRL sebagai unit kerja yang menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan ruang laut, pengelolaan konservasi dan keanekaragaman hayati laut, pengelolaan pesisir dan pulau pulau kecil berpatisipasi dan berkontribusi secara aktif dalam menyiapkan standar kegiatan usaha/standar produk perizinan berusaha berbasis risiko khususnya pada bidang pengelolaan ruang  laut.

KKP memberikan kesempatan seluas luasnya kepada masyarakat khususnya kepada pemangku kepentingan untuk memberikan masukan dan menyampaikan usulan dalam penyiapan dan perumusan standar kegiatan usaha/standar produk perizinan berusaha berbasis risiko bidang pengelolaan ruang laut.

Proses penyusunan dan pembahasan standar perizinan berusaha tersebut juga melibatkan Sektetariat Kabinet. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Standardisasi Nasional serta Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Sekretaris Ditjen PRL, Hendra Yusran Siry mengatakan berdasarkan hasil analisis risiko sebagian besar perizinan berusaha bidang pengelolaan ruang laut mempunyai tingkat risiko menengah rendah, menengah tinggi dan tinggi.

Delapan kegiatan usaha yang ditetapkan berdasarkan hasil analis risikonya meliputi, standar kegiatan usaha pemanfaatan hasil penangkapan/pengambilan jenis ikan yang dilindungi/termasuk dalam Appendiks Cites, Standar kegiatan usaha pemanfaatan hasil pengembangbiakan jenis ikan yang dilindungi/termasuk ke dalam Appendiks Cites, Standar kegiatan usaha aktivitas pemanfaatan kawasan konservasi perairan pesisir dan pulau pulau kecil.

Kemudian standar kegiatan usaha penggalian pasir untuk pemanfaatan pasir laut, standar kegiatan usaha penyiapan lahan untuk pelaksanaan reklamasi, standar kegiatan usaha aktivitas profesional, ilmiah dan teknis lainnya yang tidak diklasifikasikan, Standar Kegiatan Usaha Wisata Tirta lainnya, standar kegiatan usaha penampungan, penjernihan dan penyaluran air minum.

Standar kegiatan usaha penampungan dan penyaluran air baku, standar kegiatan usaha ekstraksi garam, standar kegiatan usaha real estat yang dimiliki sendiri atau disewa, standar produk rekomendasi impor serta standar produk rekomendasi pemanfaatan pulau pulau kecil dengan luas di bawah 100 kilometer persegi.

“Sektor kelautan dan perikanan pada PP nomor 5 tahun 2021 mempunyai subsektor diantaranya pengelolaan ruang laut, penangkapan ikan, pengangkutan ikan, pembudidayaan ikan dan pengolahan ikan,” ujar dia di Jakarta, Rabu (31/3).

Sedangkan mengenai implementasi perizinan usaha menggunakan prinsip trust but verify dimana digunakan untuk menentukan jenis perizinan berusaha dan intensitas pengawasan.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN