Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nelayan Indonesia. Foto ilustrasi: kkp.go.id

Nelayan Indonesia. Foto ilustrasi: kkp.go.id

KKP Bantu Cold Storage untuk Koperasi Nelayan di Sukabumi

Kamis, 25 Februari 2021 | 13:53 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Aktivitas nelayan yang tergabung dalam Koperasi Nelayan Berdaulat di pesisir selatan Sukabumi kini tidak lagi bergantung pada musim, sebelumnya mereka mendatangkan ikan dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pelabuhan Ratu atau bahkan dari Jakarta untuk kebutuhan lokal saat musim paceklik.

Kini melalui bantuan Cold Storage atau gudang beku dan Air Blast Freezer (ABF) dari Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan, ikah hasil tangkapan nelayan pada saat cuaca baik dapat dibekukan dan disimpan.

Ketua Koperasi Nelayan Berdaulat, Atin Irawan mengatakan kesegaran mutu ikan tetap terjaga dan kapasitas jual beli ikan bisa diatur menyesuaikan kondisi permintaan dan harga pasar tanpa terpengaruh adanya musim.

Manfaat lain dari bantuan tersebut adalah efisiensi biaya operasional bisnis koperasi dan adanya multiplier effect, bahkan para nelayan, kelompok pemasar, pengolah ikan, pemilik moda transportasi dan konsumen lainnya yang terlibat dalam rantai bisnis perikanan merasakan dampak langsung dari bantuan tersebut.

Koperasi Nelayan Berdaulat merupakan UMKM di wilayah Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Ciwaru yang beranggotakan 20 orang, mereka bergerak di bidang usaha penangkapan, pengolahan dan distribusi ikan segar, adapun lokasi gudang beku berada di jalan Ciwaru-Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Sudah pasti koperasi membutuhkan gudang beku dan ABF untuk bahan baku pengolahan di masa paceklik. Hal ini sejalan dengan harapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono bahwa adanya bantuan gudang beku terjadi stabilitas pasokan dan harga ikan baik hasil tangkapan laut maupun hasil budidaya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Foto: IST
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Foto: IST

Menteri Trenggono berharap bantuan dari pemerintah tersebut tepat sasaran sehingga dapat menjadi penyemangat bagi para pelaku usaha perikanan untuk lebih giat berbisnis serta lebih memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan ikan agar tercipta nilai tambah terhadap produk perikanan.

Sementara itu, Dirjen PDSPKP KKP, Artarti Widiarti mengatakan penyaluran bantuan gudang beku portable berkapasitas 20 ton dan ABF berkapasitas 1 ton/hari tidak lepas dari potensi perikanan tangkap di TPI Ciwaru.

Selama 2019, total produksinya sebesar 296.046 ton yang terdiri dari ikan tongkol, layur,layang, udang dan teri sebagai komoditas dominan, jumlah armada TPI Ciwaru sekitar 200 kapal dengan kapasitas tampung 500 kilogram/kapal.

Adapun produksi koperasi sebesar 94.634 ton atau 31,7% dari total produksi TPI Ciwaru.

“Pengolahan yang berkembang di Ciwaru adalah ikan asin dengan bahan baku ikan teri, rebon dan layur kecil serta pemindangan dengan bahan baku ikan tongkol, salem, banjar, etem dan cakalang,” ujar dia di Jakarta, Kamis (25/2).

Melalui bantuan ini, KKP berharap ikan produksi nelayan tidak hanya dipasarkan untuk kebutuhan lokal melainkan bisa didistribusikan ke Sukabumi dan luar daerah, terlebih dengan gudang beku dan ABF bisa digunakan untuk menjaga kesegaran dan mutu ikan.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN