Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto

KKP Berhasil Kembangkan Benih Bawal Bintang Hybrid

Jumat, 12 Maret 2021 | 10:50 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam berhasil memproduksi benih bawal bintang hybrid.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto mengatakan di tengah pandemi, BPBL berhasil menciptakan benih bawal yang bisa mendorong pertumbuhan perikanan budidaya.

Keberadaan BPBL Batam sebagai UPT bisa menjadi penyokong produksi perikanan budidaya dan diharapkan dapat menjadi inkubator bisnis sekaligus menjadi penggerak ekonomi.

UPT ini juga harus menjadi pusat layanan dan penyebaran teknologi di daerah serta dapat selalu hadir di saat masyarakat memerlukan solusi sebagai bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Ikan bawal. Sumber: ikanpedia.my.id
Ikan bawal. Sumber: ikanpedia.my.id

Benih bawal bintang hybrid ini merupakan hasil perkawinan silang antara induk betina bawal emas dengan induk jantan bawal bintang.
Peluang pasar ikan bawal bintang cukup menjanjikan baik di pasar lokal maupun pasar ekspor, ia menilai upaya pengembangan usaha budidaya bawal bintang masih terbuka untuk dikembangkan dalam berbagai skala usaha.

“Atas inovasi teknologi ini diharapkan ke depannya mampu dibudidayakan di daerah lain agar produksinya terus naik,” ujar dia di Jakarta, Jumat (12/3).

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan Indonesia mempunyai berbagai macam sumber daya ikan laut, salah satunya jenis ikan bawal bintang. Salah satu upaya pemenuhan produksi ikan laut di Indonesia adalah dengan kegiatan budidaya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Foto: IST
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Foto: IST

Perikanan budidaya mendapatkan perhatian dari Presiden Joko Widodo dan KKP mendapatkan amanah untuk mengoptimalkan potensi produksinya.
Pembangunan sektor perikanan Indonesia mempunyai aspek pembangunan yang terdiri dari teknologi yang menjadi motor, lingkungan, sosial ekonomi dan pasar yang menjadi pertimbangan komoditas unggulan.

Keterlibatan stakeholder perikanan budidaya juga penting untuk mencapai kesejahteraan pelaku usaha budidaya, inovasi teknologi seperti mengembangkan benih unggul sebagai basis untuk meningkatkan produksi budidaya juga penting.

Benih unggul yang diharapkan benih dengan pertumbuhan cepat adaptif lingkungan serta nantinya dapat meningkatkan produksi secara signifikan, BPBL Batam telah berhasil dengan inovasi terbarunya mampu memproduksi masaal benih bawal hybrid dengan kelebihannya selain pertumbuhan cepat, hybrid ini secara langsung akan meningkakan produktivitas.

Penemuan bawal bintang hybrid ini ditargetkan bisa dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia sehingga produksi budidaya dalam negeri bisa tumbuh berkembang.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Batam Toha Tusihadi mengatakan salah satu kelebihan bawal bintang hasil produksi BPBL Batam yaitu telah terbukti mampu beradaptasi dari habitat alaminya di daerah sub tropis ke lingkungan perairan Indonesia serta dapat dikembangkan pada kisaran salinitas cukup lebar.

Budidaya bawal bintang sangat menguntungkan dengan harga jual rata rata Rp 95 ribu per kilogram dan biaya produksi seperti pakan, benih, obat obatan, listrik dan tenaga kerja sebesar Rp 55 ribu per kilogram maka margin keuntungan yang dapat diperoleh sekitar Rp 40 ribu per kilogram.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN