Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Edhy Prabowo. Foto: IST

Edhy Prabowo. Foto: IST

KKP: Buku Besar Maritim Jadi Pegangan Nasional

Minggu, 9 Agustus 2020 | 09:52 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id –Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus melakukan inovasi untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan, di antaranya dengan meluncurkan Buku Besar Maritim Indonesia (BBMI) dan aplikasi Bank Genetik Ikan Indonesia (BGII).

KKP mengutarakan harapannya agar BBMI yang dibuat oleh sekitar 50 pakar sektor KP dapat menjadi pegangan nasional dalam mengembangkan dunia kemaritiman nasional.

“Ini satu terobosan yang mudah-mudahan bukan hanya sekadar pencitraan, tetapi upaya serius dalam membangun sektor maritim kita,” kata Menteri KP Edhy Prabowo dalam peluncuran BBMI dan aplikasi BGII di Jakarta, Jumat.

Menurut Edhy, pada saat ini masih ada berbagai pihak yang sibuk berdebat terkait kebijakan yang dikeluarkan oleh KKP terkait dengan komoditas lobster. Padahal, lobster hanyalah bagian kecil dari luasnya sumber daya KP yang ada di alam maritim Indonesia. Contohnya, ikan kobia yang pertumbuhannya dalam satu tahun bisa mencapai bobot 6 kilogram (kg), lebih besar dibandingkan beragam ikan lainnya seperti ikan kerapu yang mesti telah disilangkan biasanya hanya mencapai bobot sekitar 2-3 kg dalam setahun.

Selain itu, komoditas kepiting yang sudah bisa dikembangbiakkan sendiri sehingga tidak perlu cemas akan punah. Atau, udang yang bila panennya dahulu dalam 1 ha hanya 1 ton per tahun dan saat ini dengan berbagai metode yang lebih intensif bisa menghasilkan 50-60 ton per ha dalam sekali panen.

“Karena itu, BBMI tidak hanya menjadi semacam smbol tetapi bisa menjadi pegangan ke depan agar dapat memenangkan pemberdayaan sumber daya kelautan dan perikanan Nusantara,” ungkap Menteri Edhy.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja menyatakan, BBMI merupakan karya dari sekitar 50 akademisi, peneliti, dan praktisi dari beragam perguruan tinggi RI. Buku tersebut diselesaikan hampir 1,5 tahun, buku tersebut mengandung antara lain mengenai sejarah maritim, sumber hayati dan nonhayati maritim, budaya maritim, serta industri dan ekonomi maritim.

Dengan kata lain, karya tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pegangan dalam mengembangkan konsep dunia maritim Indonesia pada masa depan.

“Pertama kalinya ada buku besar yang merupakan suatu koleksi dari semua pengetahuan dan dirangkum menjadi satu kesatuan. Buku ini diharapkan menjadi buku dasar bagi semua pendidikan tinggi maritim di Indonesia, juga menjadi dasar bagi peneliti dalam mengembangkan konsepsi dunia maritim Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan aplikasi BGII memuat sekitar 8.500 spesies ikan di Indonesia sebagai khazanah fisik dan informasi. Saat ini, BGII telah selesai dibangun di Balai Riset Pemuliaan Ikan di Sukamandi, Subang, Jawa Barat. Aplikasi BGII berupa sistem informasi tentang spesies ikan di Indonesia seperti penyebaran dan status ikan tertentu, inovasi teknologi ini dikemas dalam aplikasi e-Genetik Ikan. BGII sebagai wikipedia ikan, semua masyarakat Indonesia bisa meng-upload ikan ikan yang ditemukan di lingkungan sekitarnya dan nantinya ada tim yang memverifikasi.

“Sepanjang tahun ini, setidaknya ada lima inovasi KKP yang mencuri perhatian yaitu Sistem Informasi Izin Layanan Cepat (Silat), Sistem Informasi Data Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (Sidak), Aplikasi Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan, Platform Pelatihan Digital e-Jaring, dan Platform layanan sertifikasi karantina ikan pengendalian mutu berbasis seluler,” ujar dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN