Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rumput laut. Foto ilustrasi: rumput-laut.com

Rumput laut. Foto ilustrasi: rumput-laut.com

KKP dan Kemendes PDTT Adakan Pelatihan Pemanfaatan Produk Kelautan dan Perikanan

Minggu, 9 Agustus 2020 | 12:27 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengadakan pelatihan bagi masyarakat Kelautan dan Perikanan. Pelatihan yang diberikan bervariasi, kali ini digelar pelatihan pembuatan burger tuna rumput laut yang diikuti oleh 902 peserta dari 34 Provinsi di Indonesia.

Penyelenggaraan pelatihan ini merupakan kolaborasi KKP dengan  Kemendes PDTT yang kedua kalinya, sebelumnya diadakan penyelenggaraan pelatihan pembuatan biskuit rumput laut pada awal Juli. Kedua Kementerian memang sudah sepakat membina masyarakat khususnya yang berada di daerah tertinggal, terluar dan terdepan dengan memanfaatkan komoditas perikanan andalan Indonesia.

Pelatihan dilakukan secara daring dan menghadirkan narasumber yaitu Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Lily Aprilya, Kepala Pusat Pelatihan Masyarakat Kemendes PDTT Helmiati.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja mengatakan Indonesia perlu bersyukur atas nikmat tuhan berupa kekayaan alam khususnya sumber daya laut yang berlimpah dan karunia sumber daya manusia dengan kapasitas terbaik.
Kedua modal tersebut cukup untuk menjadikan bangsa Indonesia unggul dan berdaya saing, tinggal bagaimana cara mengelola sumber daya yang dimiliki secara bijaksana.

Indonesia memiliki setidaknya 555 jenis rumput laut dari total 8 ribu jenis yang ada di dunia, pada tahun 2018, Indonesia bahkan berhasil menjadi pengekspor rumput laut terbesar di dunia dengan volume 213 ribu ton atau setara dengan 30% dari total volume ekspor dunia.

Namun secara nilai, ekspor rumput laut Indonesia hanya berada di peringkat ketiga yaitu sebesar US$ 294 juta atau setara 12% dari total nilai ekspor dunia sementara peringkat pertama dipegang oleh Tiongkok dengan nilai US$ 594 juta hanya dengan 76 ribu ton rumput laut.

Kondisi tersebut terjadi karena Tiongkok mengekspor rumput laut dalam bentuk produk turunan atau olahan sehingga memberikan nilai tambah sedangkan Indonesia mengekspor dalam bentuk bahan baku dengan nilai ekonomi yang rendah.

“ Sudah saatnya Indonesia mengoptimalkan potensi rumput laut dengan melakukan pengolahan di dalam negeri sehingga manfaat terbesar juga dirasakan oleh masyarakat sendiri,” ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, belum lama ini.

Rumput laut dapat diolah menjadi beraneka produk bernilai tinggi seperti produk pangan tepung rumput laut, produk ternak, pupuk tanaman, produk kosmetik dan produk farmasi.

Pembuatan burger tuna rumput laut ini merupakan pemanfaatan rumput laut untuk produk pangan dipadukan dengan salah satu produk perikanan andalan Indonesia yaitu Tuna.

Dalam mengolah rumput laut menjadi produk yang bernilai tinggi ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan yaitu bentuk olahan yang unik, kandungan gizi yang tinggi, rasa yang memanjakan selera, harga yang bersaing dan kemasan yang menarik.

Adapun standar pengolahan ditentukan oleh bahan baku yang berkualitas tinggi, sarana prasarana pengolahan yang higienis, teknik pembuatan yang benar dan packaging dan branding yang menarik.
Jika syarat dan tata cara pengolahan diterapkan dengan baik, ia optimistis pelatihan ini dapat dikembangkan menjadi peluang usaha khususnya bagi ibu ibu untuk membantu perekonomian keluarga.

Pihaknya selalu siap bekerjasama dengan Kemendes PDTT untuk memberdayakan masyarakat desa dan daerah tertinggal dan sesuai dengan komitmen KPP untuk memaksimakan pemanfaatan seluruh spesies perikanan yang ada di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu Kemendes PDTT Aisyah Gamawati mengatakan pihaknya menyambut  baik kerjasama yang telah terjalin.

Menurut dia penyelenggaraan pelatihan ini merupakan salah satu cara agar masyarakat tetap produktif di tengah pandemi Covid-19.
Ia mengatakan jika diikuti dengan sebaik baiknya pelatihan ini dapat diimplementasikan dan dikembangkan menjadi usaha ekonomi produktif bagi keluarga terlebih bahan bakunya yang mudah didapatkan, selain itu burger tuna rumput laut ini juga dapat digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan pangan dan standar makanan bergizi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN