Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Artati Widiarti. Foto: IST

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Artati Widiarti. Foto: IST

KKP Dorong Biak Jadi Pusat Ekonomi Masyarakat

Kamis, 18 Februari 2021 | 12:34 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

 

JAKARTA, investor.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong Kabupaten Biak Numfor menjadi sentra pangan dengan sektor perikanan sebagai komoditas utamanya. Melalui pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di kabupaten tersebut, KKP menjalankan sejumlah agenda untuk mewujudkan misi tersebut.

 

Hasilnya, produksi perikanan tangkap dari 2016-2019 meningkar sebesar 35%. Produksi hasil tangkapan nelayan naik dari sebesar 56.960 ton pada 2016 menjadi 76.847 ton pada 2019.

 

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Artati Widiarti mengatakan, pembangunan SKPT Biak tidak hanya berupa sarana dan prasarana, melainkan termasuk pembangunan sumber daya manusia perikanan.

 

Menurutnya, pembangunan sarana dan prasarana meliputi gudang beku terintegrasi berkapasitas 200 ton, pangkalan pendaratan ikan di PPI Fandoi, pemberian 1.000 unit kapal berukuran 3 GT beserta alat tangkapnya, serta penyediaan sarana rantai dingin berupa 1 unit iceflake machine, 603 unit cool box, 388 unit chest freezer, dan 1 unit kendaraan berpendingin roda enam. Selain itu juga pembangunan dermaga tambahan di PPI Fandoi untuk tambat kapal 3GT, Pasar Ikan Fandoi di Distrik Biak Kota, dan Pasar Ikan Bosnik di Distrik Biak Timur.

 

Kemudian dari sisi pembangunan sumber daya manusia perikanan, lanjut dia, diantaranya mengedukasi nelayan dari menangkap ikan secara tradisional menuju modern dengan menggunakan kapal motor, melatih cara penangkapan dan penanganan ikan yang baik diatas kapal, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan dari kelompok informal menjadi berbadan hukum. Hingga kini telah terdapat 4 koperasi yang bergerak dalam bisnis perikanan.

 

“Tujuan dari pembangunan SDM ini untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi masyarakat nelayan,” kata Artati di Jakarta, Kamis (18/2).

 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Biak Numfor Effendi Igirisa mengatakan bahwa pembangunan SKPT telah memberikan kesempatan bagi nelayan untuk dapat memanfaatkan sumber daya ikan lebih optimal. Adanya SKPT ini juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan.

 

Saat ini Koperasi Syaloom telah bekerja sama dengan pihak swasta memanfaatkan kapal Inka Mina 38 GT untuk menangkap ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 717. Setelah beroperasi, mereka telah mendapatkan hasil tangkapan 2 ton dalam satu kali trip.

 

Dari sisi permodalan usaha, Direktur Usaha dan Investasi Ditjen PDSPKP KKP Catur Sarwanto mengatakan, pihaknya telah menjadi penghubung nelayan dengan lembaga bank dan nonbank untuk mengakses permodalan. Tercatat pada Mei 2020, terdapat 42 nelayan yang telah menerima pencairan KUR BNI sebesar Rp 2,1 miliar dan 19 KUB telah menerima pencairan LPMUKP dengan total Rp 2,06 miliar.

 

Pihaknya juga menyiapkan aspek hilir sebagai integrasi bisnis SKPT Biak Numfor. Beberapa langkah yang telah dilakukan adalah mempromosikan peluang usaha dan investasi Kabupaten Biak Numfor dalam forum bisnis.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN