Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

KKP Ingin Tuntaskan Hambatan Tarif BM Produk Perikanan ke Uni Eropa

Kamis, 8 April 2021 | 10:39 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono meminta jajarannya mendukung penuh pelaku usaha perikanan Indonesia untuk bisa tumbuh di pasar domestik maupun global, salah satu hambatan yang harus segera dituntaskan yaitu persoalan tarif bea masuk produk perikanan ke Uni Eropa.

“Arah saya jelas, bagaimana kita memfasilitasi, berkoordinasi kepada pelaku usaha agar mereka tetap eksis keluar, apa yang menjadi hambatan yaitu hambatan tarif bea masuk dan kita bantu, ujar dia dalam Rapat Kerja Teknis Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, di Jakarta, Rabu (7/4).

Tarif bea masuk Indonesia ke Uni Eropa terbilang tinggi di atas 15%, sedangkan di sisi lain negara tetangga seperti Filipina dan Vietnam tidak dikenakan tarif, kondisi tersebut membuat produk perikanan Indonesia sulit bersaing di pasar global.

Selain persoalan bea masuk, ia meminta jajarannya melakukan profilling terhadap pasar perikanan dunia yang dapat digunakan sebagai acuan bagi para pelaku usaha untuk melakukan inovasi produk dan pengembangan pasar.

Menteri Trenggono juga menyoroti pentingnya jaminan mutu dan kualitas produk perikanan yang  dihasilkan oleh unit pengolahan di Indonesia, jaminan mutu dibutuhkan untuk menambah nilai dan daya saing produk perikanan di pasar domestik maupun global.

Strategi yang dilakukan adalah dengan membangun sistem ketertelusuran bahan baku serta mendorong pelaku usaha melakukan sertifikasi produk yang mereka hasilkan, langkah tersebut sebagai upaya produk Indonesia terserap dengan baik sekaligus memastikan bahwa bahan baku yang digunakan bukan hasil illegal maupun destructive fishing.

Dalam arahannya, ia juga meminta semua pihak memegang prinsip keberlanjutan dalam memanfaatkan  sumber daya perikanan agar ekosistem tetap lestari, ia menargetkan ke depan sektor perikanan tidak lagi bertumpu pada perikanan tangkap dan budidaya, dalam 25 tahun yang akan datang, ia berharap perikanan tangkap tumbuh dan perikanan budidaya meningkat tajam.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Artati Widiarti. Foto: IST
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Artati Widiarti. Foto: IST

Direktur Jenderal PDSPKP KKP, Artarti Widiarti mengatakan ekspor perikanan pada tahun 2020 mencapai US$ 5,20 miliar, komoditas ekspor utama yaitu udang, tuna cakalang tongkol, cumi sotong gurita, rajungan kepiting dan rumput laut.

Sektor perikanan merupakan salah satu sektor yang teruji ketahanannya selama Covid-19, saat ini, tumbuh aneka ragam produk olahan ikan yang ready to cook, ready to consume menyesuaikan perubahan pola konsumsi masyarakat yang menginginkan produk pangan yang lebih cepat saji, higienis, aman dan memudahkan konsumen.

Produksi olahan hasil perikanan pada tahun 2020 tercapai sebesar 6,9 juta ton dan membuktikan bahwa pandemi Covid-19 tidak terpengaruh besar pada produksi olahan hasil perikanan.
‘realisasi nilai investasi kelautan dan perikanan tahun 2020 tercapai sebesar Rp 6,29 triliun dari target Rp 5,49 triliun dan menunjukkan kepercayaan investor dalam sektor kelautan dan perikanan.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN