Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Foto: IST

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Foto: IST

KKP Kaji Permen 59/2020 Tentang Jalur Penangkapan dan Alat Penangkapan Ikan

Rabu, 27 Januari 2021 | 11:06 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus melakukan kajian pelaksanaan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan  (Permen KP) Nomor 59/2020 tentang  Jalur Penangkapan dan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia dan Laut Lepas.

Permen tersebut memang sudah diundangkan namun untuk implementasinya masih membuka untuk semua masukan dari pihak yang terkait.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan Permen tersebut disusun dan ditandatangani oleh Edhy Prabowo, dan sebagai menteri yang baru menjabat, ia ingin mempelajari dan mengetahui kondisi di lapangan agar bisa mengambil keputusan yang tepat terkait aturan tersebut.

Sebagaimana diketahui, Permen KP Nomor 59/2020 telah disahkan pada 30 November 2020 dan mengatur tentang selektivitas dan kapasitas alat penangkapan ikan, perubahan penggunaan alat bantuan penangkapan ikan, perluasan pengaturan baik dari ukuran kapal maupun daerah penangkapan ikan.

Kemudian memperjelas penyajian pengaturan jalur untuk setiap ukuran kapal sesuai dengan kewenangan izin usaha penangkapan ikan serta perubahan kodifikasi alat penangkapan ikan berdasarkan International Standard Statistical Classification of Fishing Gear FAO.

“Saya tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan, agar tidak merugikan maka saya akan kaji lagi Permen tersebut,” ujar dia di Jakarta, Rabu (27/1).

Di sisi lain, ada kabar bahagia dari ekspor perikanan Indonesia dimana dalam masa pandemi ini, ekspor ikan hias di Bandung, Jawa Barat terus mengalami peningkatan.

Selama pandemi, komoditas ikan hias mengalami kenaikan ekspor sebesar 7,69%, sebagai gambaran, pada tahun 2018, BKIPM Bandung mengekspor sebanyak 20.431.156 ekor ikan hias senilai Rp 73,3 miliar, angka ini kemudian meningkat menjadi 21.672.096 ekor dengan nilai Rp 79,9 miliar selama tahun 2019.

Dan pada tahun 2020, angka lonjakan ekspor sebesar 23.317.318 ekor dengan nilai mencapai Rp 93,3 miliar.

Komoditas ikan hias yang sangat diminati oleh pasar ekspor diantaranya Tetra, Rasbora dan Udang Hias, adapun kolektor peminat ikan hias diantara lain berasal dari 51 negara dengan pasar utama Jepang, Amerika Serikat dan Singapura.

Para eksportir ikan hias mempunyai pegawai sekitar 60 orang dengan rata rata penghasilan per bulan mencapai Rp 4 juta.

Angka pelibatan dari komoditas ikan hias semakin luas ketika eksportir juga bermitra dengan para pembudidaya, terdapat 100 pembudidaya yang  bekerjasama dengan eksportir melalui skema kemitraan.

Sakti memastikan jajarannya di BKIPM Bandung akan terus memberikan pelayanan untuk meningkatkan ekspor dari Bandung.

Ia menegaskan akan jemput bola agar para pelaku usaha tertarik untuk menjadi eksportir, peluang ekspor akan terus ada dan pandemi bukan menjadi suatu halangan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN