Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Indonesia Maju Edhy Prabowo. Foto: youtube

Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Indonesia Maju Edhy Prabowo. Foto: youtube

KKP Keluarkan Peraturan Untuk Lindungi Keberadaan Bambu Laut

Ridho Syukra, Kamis, 20 Februari 2020 | 16:18 WIB

JAKARTA, investor.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 8 Tahun 2020 menetapkan bambu laut sebagai jenis karang yang dilindungi secara penuh.

 

Keputusan Menteri tersebut menggantikan Kepmen KP Nomor 46 Tahun 2014 tentang perlindungan terbatas bambu laut selama lima tahun.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Aryo Hanggono mengatakan, penetapan status perlindungan penuh bambu laut menjadi langkah strategis yang diambil KKP untuk mencegah penurunan populasi bambu laut di alam serta kerusakan ekosistem terumbu karang yang semakin meluas.

 

Perlindungan terbatas bambu laut harus dilanjutkan untuk mencegah penurunan populasi bambu laut. Penetapan status perlindungan semakin menguatkan bahwa pemerintah tidak main-main dalam melindungi kelestarian bambu laut.

 

Kegiatan rehabilitasi dan monitoring populasi bambu laut secara berkala serta peningkatan nilai ekonomis bambu laut melalui kajian bioteknologi bambu laut juga dinilai sebagai langkah yang dapat mendukung pengelolaan bambu laut.

 

Bambu laut atau karang bambu merupakan biota penyusun terumbu karang kedua setelah karang batu. Bambu laut dikenal sebagai salah satu jenis karang lunak (octocorallia) yang hidup di perairan tropis Indo Pasifik. Di Indonesia sendiri, jenis ini mendominasi perairan Indonesia bagian timur terutama perairan Sulawesi, NTT, Maluku dan Papua. Bambu laut diketahui mengandung senyawa antivirus yang menjadi bahan baku farmasi.

 

Tingginya permintaan pasar luar negeri berdampak pada eksploitasi dan diperdagangkan jika tidak dilindungi. Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 35 tahun 2013 tentang tata cara penetapan status jenis ikan dilindungi, bambu laut telah memenuhi kriteria jenis ikan yang keberadaannya langka karena kepadatan populasi kecil.

 

Sebaran jenis bambu laut sangat jarang ditemukan dan umumnya dalam jumlah yang tidak berlimpah, laju pertumbuhan bambu laut relatif lambat sehingga untuk mencapai ukuran komersil diperlukan setidaknya 5-6 tahun.Sedangkan usaha budidaya bambu laut saat ini juga belum memberikan hasil yang maksimal.

 

“Kami perlu mencari cara agar bambu laut ini tetap eksis dan ada, yaitu dengan mengeluarkan peraturan untuk melindunginya,” ujar dia di Jakarta, Kamis (20/2).

 

Di tingkat nelayan, bambu laut memiliki nilai jual yang rendah sehingga harus dipanen dalam jumlah yang cukup besar. Dampak kerusakan lingkungan yang terjadi pada saat pengambilannya cukup terasa sehingga harus lebih hati hati agar bambu laut tidak rusak.

 

Ia mengatakan KKP akan terus melindungi komoditas laut yang mulai punah dan akan mengeluarkan peraturan ketat agar komoditas tersebut tidak hilang.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN