Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto. Foto: news.kkp.go.id

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto. Foto: news.kkp.go.id

KKP Kembangkan Budidaya Rajungan Berkelanjutan

Selasa, 1 September 2020 | 14:25 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Rajungan atau yang lebih dikenal dengan nama dagang Blue Swimming Crab menjadi penyumbang utama Produk Domestik Bruto (PDB) sektor perikanan Indonesia.

Selain udang, rajungan juga diminati tidak hanya di pasar domestik tetapi juga pasar ekspor dimana pasar ekspor terbesar untuk rajungan adalah Amerika Serikat, Australia, Jepang dan Uni Eropa.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto mengatakan peluang pasar ekspor dan lokal untuk komoditas rajungan terus meningkat setiap tahunnya.
Saat ini kebutuhan pasar ekspor masih sangat tergantung dari hasil tangkapan di alam sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan eksploitasi berlebihan.

Jika hanya mengandalkan tangkapan alam tentu kenaikan produksi sangat bergantung pada inovasi, KKP sudah melakukan pengembangan budidaya rajungan sejak 2005 melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara dan Takalar.

Tingkat kelulusan hidup benih rajungan hasil proses pembudidayaan mencapai 48% dan tingkat pembesaran mencapai 35%, ini menjadi dasar utama pengembangan teknologi budidaya rajungan berkelanjutan.

Di samping itu hasilnya dapat digunakan untuk restocking benih di alam sehingga menambah populasi rajungan di habitat alaminya semakin meningkat.

Terobosan yang sudah dilakukan Balai Besar Perikanan Budidaya di Jepara adalah berhasil mengembangkan teknologi pembenihan rajungan yang aplikatif bagi masyarakat.

Ia berharap ke depannya satu per satu tantangan pengembangan budidaya rajungan dapat diselesaikan seperti belum adanya penetapan kawasan budidaya rajungan, sistem penyediaan benih dari unit perbenihan belum memadai dan masih adanya keterbatasan informasi dan pencatatan pada perikanan skala kecil.

“Strategi kami dalam pengembangan budidaya rajungan adalah sosialisasi dan adopsi teknologi budidaya dan melakukan stock assesment,” ujar dia di Jakarta, Selasa (1/9).

KKP juga akan menetapkan kawasan kluster budidaya rajungan dan kawasan suaka induk rajungan melalui restocking dan merevitalisasi model perbenihan rajungan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia Hawis Madduppa mengatakan rangkaian pelaksanaan program perbaikan perikanan dalam mendukung program pengembangan perikanan rajungan berkelanjutan salah satunya dengan pengembalian stok di alam.

Dalam rangka mendukung pengembalian rajungan kecil atau rajungan bertelur ke laut setelah tertangkap, pihaknya melakukan Gerakan Tangkap Kembalikan Sebelum 5 Menit, gerakan ini bertujuan agar nelayan dapat menerapkan pengembalian rajungan kecil dengan jangka waktu kurang dari 5 menit setelah penangkapan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN