Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (Foto: KKPnews)

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (Foto: KKPnews)

100 Hari Kerja Kabinet Indonesia Maju

KKP Lakukan Gebrakan Dorong Pertumbuhan Industri Kelautan dan Perikanan

Rabu, 29 Januari 2020 | 17:58 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id – Kabinet Indonesia maju di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin memasuki 100 hari kerja. Berkaitan itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah melakukan sejumlah gebrakan untuk mendorong pertumbuhan industri kelautan dan perikanan.

Beberapa gebrakan yang sudah dilakukan adalah mulai dari reformasi perizinan, menangkap kapal asing pelaku ilegal fishing, pembebasan nelayan Indonesia, hingga penguatan kerjasama internasional.

Reformasi perizinan tersebut berupa Sistem Informasi Izin Layanan Cepat (Silat) yang berbasis online di mana sistem ini dikendalikan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap dan sukses memangkas waktu pengurusan izin dari yang tadinya 14 hari menjadi 1 jam saja.

Sejak diluncurkan pada 30 Desember 2019, Sistem Silat sudah melayani ratusan perizinan, rinciannya 79 unit Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), 389 unit Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), dan 28 unit Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) dengan nilai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 44 miliar.

Dirjen Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar mengatakan, inovasi pelayanan perizinan melalui Silat ini mendapatkan apresiasi positif dari pelaku usaha terbukti dengan banyaknya jumlah dokumen perizinan yang terbit dan meningkatnya PNBP yang diterima hanya dalam waktu kurang dari sebulan sejak diluncurkan.

“Di manapun dan kapanpun, sistem perizinan perikanan sudah aman dan lancar, tidak ada lagi masalah,” ujar dia di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Dengan mekanisme pengurusan izin menggunakan silat, pelaku usaha lebih dulu mengajukan permohonan online dengan mengunggah seluruh berkas kelengkapan dokumen melalui e-service.

Apabila berkas sudah terverifikasi, notifikasi surat perintah pembayaran akan muncul dan konfirmasi pembayaran akan masuk ke sistem secara otomatis dan pelaku usaha dapat mencetak dokumen perizinannya secara mandiri.

KKP juga mempertahankan kekayaan laut, sejak Edhy Prabowo menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, tujuh kapal asing pencuri ikan berhasil ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

Kapal yang berhasil ditangkap adalah tiga kapal Filipina di laut Sulawesi pada Oktober 2019, 1 kapal Malaysia di selat Malaka pada November 2019, dan 3 kapal Vietnam di Laut Natuna Utara pada akhir Desember 2019. Penangkapan terakhir cukup sulit karena awak kapal Vietnam melakukan perlawanan dan sudah berhasil diamankan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo mengatakan, penangkapan kapal asing dalam tiga bulan terakhir mengalami peningkatan dibandingkan periode sama tahun lalu.

Selain menangkap kapal asing, Pihaknya juga berhasil membebaskan kapal nelayan indonesia yang ditangkap Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia yaitu KM Abadi Indah yang ditangkap di selat Malaka pada 5 Januari 2016, karena menangkap sotong di perairan Malaysia.

Pembebasan KM Abadi Indah beserta 15 krunya berlangsung hanya 1 hari pascapenangkapan dan ini menjadi pembebasan tercepat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Hal lain yang menjadi concern Edhy Prabowo adalah pengembangan subsektor perikanan budidaya, karena berpeluang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Dia pun menargetkan produksi udang nasional tahun 2020 naik menjadi 1,2 juta ton dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 1,05 juta ton. Langkah strategis untuk mencapai target tersebut adalah dengan pengembangan kawasan budidaya udang berbasis klaster antara lain melalui revitalisasi tambak.

Di sisi ekspor produk perikanan dan kelautan juga meningkat, nilai ekspor hasil perikanan pada November hingga Desember 2019 naik 2,9%.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com