Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (Foto: KKPnews)

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (Foto: KKPnews)

KKP Optimalkan Produksi Terasi Udang Sumbawa

Sabtu, 19 Juni 2021 | 11:28 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Banyuwangi memberikan Pelatihan Pembuatan Terasi Udang dan Teknik Pengemasan di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada 15-16 Juni 2021.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 300 peserta yang bertempat di lokasi masing-masing. Pasalnya, pelatihan diadakan secara blended online agar tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM), Sjarief Widjaja mengatakan, pelatihan ini merupakan implementasi untuk menindaklanjuti program pemerintah dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi, akibat dampak dari pandemi Covid-19 di sektor kelautan dan perikanan.

“Mengingat saat ini masih pandemi, maka dengan adanya pelatihan ini, percepatan pemulihan ekonomi harus segera dilakukan. Sehingga dampaknya dapat segera dirasakan oleh para pelaku utama, salah satunya dengan melakukan pelatihan pembuatan dan pengemasan terasi agar meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelas Sjarief dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/6/2021).

Sjarief juga mengatakan, perkembangan produksi hasil perikanan di Kabupaten Sumbawa mengalami peningkatan yang semakin baik dari tahun ke tahun, salah satunya komoditi udang rebon (Mysys relicta).

“Udang rebon merupakan salah satu komoditas perikanan yang cukup tinggi di Sumbawa sehingga berpotensi meningkatkan perekonomian rakyat dalam beberapa tahun mendatang. Tentunya didukung dengan inovasi teknologi untuk mendukung SDM yang kompeten,” jelas Sjarief.

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati menyebut, udang rebon merupakan salah satu hasil perikanan yang mudah busuk jika tidak segera diolah. Demi memperpanjang masa simpan udang rebon dan meningkatkan cita rasa, melalui pelatihan ini para pelaku utama didampingi oleh penyuluh perikanan diharapkan dapat memaksimalkan pengolahan dengan kemasan yang menarik.

“Pengolahan dengan fermentasi udang atau dibuat menjadi terasi, merupakan salah satu cara agar udang rebon yang mudah busuk diolah menjadi produk bernilai jual tinggi sehingga meningkatkan penghasilan masyarakat,” ujarnya.

Lilly juga menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan oleh pelaku utama dalam mengolah udang rebon menjadi terasi adalah hal baik. Hal ini, karena udang rebon memiliki kandungan protein yang cukup tinggi jika dikeringkan dan memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.

“Penelitian yang sudah ada, dalam 100 gram udang rebon segar mengandung protein sebanyak 16,2 gram dan kalsium 7,57 gram. Tapi jika udang sudah dikeringkan, kandungan proteinnya naik menjadi 59,15 gram dan kalsium sebanyak 23,06 gram. Ini kalau dikonsumsi sangat bagus untuk kesehatan, salah satunya dapat mencegah osteoporosis,” tegas Lilly

Untuk itu, dia mengerahkan penyuluh perikanan agar memaksimalkan pendampingan dan pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha kelautan dan perikanan. Utamanya, pada kegiatan ini, bertujuan untuk mendorong para pelaku utama dalam memproduksi terasi instan dan kemasan produk yang menarik agar meningkatkan daya jual di pasaran.

Melalui pelatihan, diharapkan agar pelaku utama mampu mendapatkan pondasi  pengetahuan hasil diversifikasi olahan ikan, khususnya pengolahan terasi dapat diterapkan dan dikembangkan dalam usahanya. Selain itu juga, dapat menumbuhkembangkan jiwa wirausaha baru sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan pembukaan pelatihan, KKP melalui BRSDM sekaligus meresmikan Desa Labuan Bontong, Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa, sebagai Kampung Terasi pada 15 Juni 2021. Hal ini karena sebagian besar masyarakatnya memproduksi olahan terasi dari hasil fermentasi udang rebon. 

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN