Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi lakukan safari Gemarikan. ( Foto: Istimewa )

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi lakukan safari Gemarikan. ( Foto: Istimewa )

KKP Sosialisasikan Gemarikan dan Kearifan Lokal

Rabu, 17 Maret 2021 | 08:47 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) terus mendorong terwujudnya ketahanan pangan berbasis rumah tangga, hal ini merupakan bentuk implementasi atas kebijakan Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono untuk memastikan ketersediaan pangan dari sektor perikanan yang bertujuan untuk pemenuhan gizi masyarakat melalui pembangunan kampung-kampung budidaya berbasis kearifan lokal.

Direktur PDSPKP KKP, Artati Widarti mengatakan hal ini bisa dimulai dengan menggali aspek kearifan lokal dari berbagai daerah di tanah air, seperti Balong dalam budaya Sunda.’Balong adalah kolam ikan yang menyatu dengan rumah, kemudian di Kabupaten Purwakarta, ikan yang biasa dipelihara di Balong adalah jenis ikan tawar seperti ikan nila, mas,mujair dan patin.

Keberadaan balong di hampir setiap rumah di Jawa Barat sudah menjadi budidaya dan kearifan lokal dan mendukung pemenuhan protein pangan dan ekonomi keluarga. Pemerintah pun terus mendorong Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), terlebih ikan mempunyai kandungan asam lemak omega 3,6, dan 9 yang sangat baik untuk kesehatan jantung, kecerdasan otak, mengontrol tekanan darah dan mencegah kanker.

Disamping itu, ikan termasuk komoditas yang mudah dikreasikan menjadi berbagai olahan sehingga menjadi lebih variatif saat dihidangkan. "Mengolah ikan juga sangat praktis karena tidak ada ritual khusus dalam menyajikan ikan,” ujar dia di Jakarta, Rabu (17/3).

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi mengatakan adanya Balong di rumah masyarakat Sunda menunjukkan bahwa kebiasaan makan ikan sudah menjadi budaya sejak lama, hal ini menjadikan kemandirian pangan dan penghasilan ekonomi bagi rumah tangga.

Ia berharap tradisi dan kearifan lokal yang mendukung kemandirian pangan dan ekonomi perlu dijaga.Ditjen PDSPKP dan Komisi IV DPR melalukan safari Gemarikan di Kabupaten Purwakarta pada 14 Maret 2021 dan membagikan 500 paket Gemarikan kepada masyarakat dengan menggunakan kendaraan roda dua dan menyusuri jalan setapak.

Paket yang dibagikan berisi ikan segar dan diambil dari pembudidaya atau UMKM setempat dan KKP juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat mengkonsumsi ikan untuk mencegah stunting.
Safari Gemarikan yang dilaksanakan di berbagai daerah ini merupakan langkah pemerintah dalam rangka meningkatkan angka konsumsi ikan nasional sebesar 62,05 kg/kapita pada tahun 2024.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN