Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pipa dan kabel bawah laut merupakan dua infrastruktur strategis yang berperan sebagai pendukung utama pertumbuhan ekonomi nasional

Pipa dan kabel bawah laut merupakan dua infrastruktur strategis yang berperan sebagai pendukung utama pertumbuhan ekonomi nasional

KKP Sosialisasikan Kepmen 14/2021 tentang Alur Pipa dan Kabel Bawah Laut

Senin, 22 Maret 2021 | 13:25 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai melakukan sosialisasi Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 14 Tahun 2021 tentang Alur Pipa/Kabel Bawah Laut. Kepmen tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah dalam menata alur pipa/kabel bawah laut sebagai solusi dari sejumlah persoalan yang timbul akibat tidak tertibnya penempatan pipa maupun kabel di ruang laut selama ini.

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pipa dan kabel bawah laut merupakan dua infrastruktur strategis yang berperan sebagai pendukung utama pertumbuhan ekonomi nasional, di samping itu juga menjadi salah satu kontributor penerimaan yang cukup besar bagi negara.

Tetapi sayangnya, pengelolaan pipa atau kabel bawah laut belum teratur, tidak tertib dan tidak tertata sehingga perlu diselaraskan dengan rencana tata ruang atau rencana zonasi laut.

Pengelolaan pipa atau kabel bawah laut yang tidak tertib menyulitkan pemerintah dalam memanfaatkan ruang laut secara optimal baik untuk kepentingan perikanan, perhubungan laut/pelayaran, pengelolaan energi dan sumber daya mineral maupun kegiatan lain yang berlokasi di ruang laut.

Hal negatif lain yang bisa terjadi adalah munculnya konflik pemanfaatan ruang di laut, di sisi lain, pemerintah  juga kesulitan mengontrol penggelaran pipa dan kabel bawah laut karena tidak ada aturan yang menjadi patokan.

“ Regulasi ini diharapkan dapat memperkuat rencana tata ruang laut atau rencana zonasi laut sehingga memberikan kepastian hukum berusaha dalam pemanfaatan ruang laut antara lain untuk kegiatan penggelaran pipa atau kabel bawah laut,” ujar dia di Jakarta, Senin (22/3).

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Foto: IST
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Foto: IST

Dalam beleid yang ditetapkan pada 18 Februari 2021 terlampir peta dan daftar koordinat 43 segmen alur pipa bawah laut, 217 segmen alur kabel bawah laut dan 209 beach man hole atau titik pendistibusian kabel ke darat termasuk empat lokasi landing stations yang ditetapkan lokasinya di Batam, Kupang, Manado dan Jayapura.

Pembuatan kebijakan ini sudah melalui proses panjang, diawali tahun lalu yang dilanjutkan dengan terbitnya keputusan menteri koordinator bidang kemaritiman dan investasi nomor 107 tahun 2020 tentang tim nasional penataan alur pipa/kabel bawah laut.

Setelahnya dilaksanakan serangkaian kegiatan untuk mengidentifikasi dan mengolah data guna menetapkan alur penggelaran kabel bawah laut dan pemasangan pipa bawah laut, banyak unsur yang terlibat dalam prosesnya diantaranya TNI AL, Pusat Hidro Oseanografi, Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM dan Badan Informasi Geospasial.

Akhirnya berdasarkan hasil rakor tingkat Menteri yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada 27 Januari 2021 disepakati bahwa alur pipa dan kabel bawah laut akan ditetapkan dengan keputusan menteri KKP.

Menko Marves Luhut Pandjaitan mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penataan alur pipa dan kabel bawah laut khususnya KKP yang bisa bekerja cepat dalam menyusun kebijakan tersebut.

Sosialisasi Keputusan Menteri (Kepmen) KP Nomor 14 Tahun 2021 tentang Alur Pipa/Kabel Bawah Laut diharapkan lancar.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN