Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Rapsel Ali. (ist)

Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Rapsel Ali. (ist)

Klaster Pangan Lokal Jadikan RI Lumbung Pangan Dunia

Senin, 29 November 2021 | 15:28 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id — Anggota DPR RI Muhammad Rapsel Ali mengatakan, klaster pangan lokal berdasarkan pulau dan komoditas sangat dibutuhkan Indonesia. Bahkan, jika klaster ini mampu di-upgrade menjadi industri strategis nasional, Indonesia bisa mengatasi masalah pengangguran sekaligus menjadi lumbung pangan dunia.

Menurut Rapsel, kondisi tanah yang bagus dan status Indonesia sebagai negara beriklim tropis membuat berbagai jenis tanaman bisa tumbuh dengan subur di negeri ini. Demikian pula dengan ternak. Makanya, pemerintah hanya perlu menyiapkan peta pangan untuk mengidentifikasi potensi setiap daerah.

Kalau masing-masing daerah memiliki potensi tanaman dan hasil pangan sendiri, dia menuturkan, itu akan menempatkan Indonesia sebagai pemain penting, bahkan bisa menjadi pemain utama lumbung pangan dunia.

“Indonesia bukan hanya sebagai superhub pangan internasional, tetapi juga akan ada jaminan terkait ketercukupan gizi nasional sehingga kemandirian pangan nasional benar-benar dapat tercapai,” kata Rapsel, Senin (29/11/2021).

Politisi NasDem itu menegaskan, Indonesia tidak boleh puas hanya sebatas menjadi lumbung pangan. “Status ini harus di-upgrade sebagai industri strategis nasional. Salah satu bekalnya adalah riset pangan nasional. Ini sebagai penunjang industri strategis nasional,” jelas Rapsel.

Khusus riset, dia menilai, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bisa berperan. "BRIN diharapkan sebagai pilar utama riset nasional untuk memperkuat kedaulatan kemandirian pangan nasional," tegas legislator NasDem tersebut.

Menantu Wakil Presiden Ma’ruf Amin itu menyatakan, jika klaster pangan lokal dan pengembangan industri pangan serta produk pangan (food and product food/ FPF) berjalan baik, dia optimistis persoalan kemiskinan akan teratasi. Sebab, akan ada banyak sekali lapangan kerja yang bisa tercipta.

Rapsel, menyebutkan akan ada jutaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bisa dihadirkan. Jika semua hal tersebut dilaksanakan, Indonesia mampu menciptakan 15 juta UMKM berbasis industri pangan mandiri yang berkesinambungan. Itu berarti akan sangat banyak lapangan kerja produktif yang bisa hadir di tengah masyarakat.

Saat ini, menurut Rapsel, semua pihak hanya berharap Badan Pangan Nasional (BPN) diisi sumber daya manusia (SDM) terbaik. BPN terbentuk berdasarkan Perpres Nomor 66 tahun 2021.
“Setelah terbentuk struktur organisasi, harus ditingkatkan menjadi UU, sehingga kemandirian industri pangan sebagai industri strategis nasional lebih terjamin keberlanjutannya,” tandas dia.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN