Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mobil Rombongan Jokowi dan sejumlah menteri saat meninjau calon ibu kota baru. Foto: dok. Setpres

Mobil Rombongan Jokowi dan sejumlah menteri saat meninjau calon ibu kota baru. Foto: dok. Setpres

KLHK Rampungkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Ibu Kota Baru Januari 2020

Ridho Syukra, Jumat, 20 Desember 2019 | 22:53 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus melakukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) ibu kota negara baru.

KLHS ini dibuat sejak September 2019 dan diharapkan rampung Januari 2020. Ke depannya hasil studi dari KLHS ini bisa dijadikan referensi atau perencanaan untuk membangun ibu kota yang lebih matang.

Plt Inspektorat Jenderal KLHK Laksmi Wijayanti mengatakan KLHS merupakan landasan atau strategi yang berisi tentang konsep pembangunan ibu kota baru yang menuju konsep Forest City.

Konsep forest city mencakup beberapa hal penting diantaranya kecukupan air, perlindungan dan keberlangsungan flora dan fauna serta perbaikan aspek lingkungan.

Dari luas ibu kota baru yang sekitar 256 ribu hektare, 40% di antaranya adalah kawasan hijau yang merupakan wilayah konservasi.

Pembangunan ibu kota baru tidak akan merusak ekosistem lingkungan justru akan memperbaiki kawasan lingkungan.

Untuk kebutuhan dana menuju konsep Forest City tidak dijelaskan secara detail tetapi lebih efisien karena konsepnya hijau.

Secara umum, kondisi Kalimantan Timur cukup parah karena adanya pertambangan batu bara dan kegiatan lainnya.

Untuk urusan pertambangan akan ada reklamasi yang nantinya akan diatur bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) termasuk untuk urusan lahan milik Tanoto akan dibicarakan bersama yang melibatkan lintas sektor.

“Anggaran yang dibutuhkan untuk membangun ibu kota baru belum diketahui berapa karena banyak faktor juga yang akan mempengaruhinya, yang pasti anggarannya lebih efisien,” ujar dia di Jakarta, Jumat (20/12).

Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi KLHK Agus Julianto mengatakan konsep forest city ibu kota negara baru memiliki kriteria pengamanan lingkungan yang jelas dan matang seperti alat dan moda transportasinya harus ramah lingkungan.

Pembangunan kantor dan pelayanan publik menggunakan prinsip ramah lingkungan dan pembangunan kota serta fasilitas umum di ibu kota baru harus mengacu pada konsep hijau dan smart.

Masalah lahan yang dimiliki masyarakat masih aman karena proses pembuatan surat keterangan tanah sudah menggunakan teknologi geographical positioning system.

Pada daerah sempadan sungai dan daerah yang sangat terjal tidak ditanami dan dipertahankan sebagai kawasan lindung.

Saat ini ada dua kawasan lindung yang dikelola untuk tujuan konservasi flora dan fauna yaitu di Gunung Parung sektor Terunen dan sedikit di bagian selatan dari konsesi.

Seperti diketahui, PT Itci Hutani Manunggal (IHM) harus mengembalikan sebagian lahan hutan tanaman industri yang saat ini dikelolanya di Kalimantan Timur kepada negara.

Beberapa jenis flora yang dicatat oleh IHM memiliki status dilindungi seperti Shorea, aquailaria malaccensis.

Fauna yang masih sering dijumpai di dalam kawasan lindung dan tanaman antara lain babi hutan, beruk, kijang kuning, kukang, macan dahan, monyet ekor panjang, dan elang, semuanya akan dilindungi dan dijaga.

Perubahan fungsi sebaiknya mempertimbangkan areal yang teridentifikasi menjadi tempat hidup bagi jenis flora dan fauna harus tetap dipertahankan.

Pihaknya akan terus melakukan studi dengan para ahli agar pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur lancar. Pemerintah daerah juga akan dilibatkan karena pemerintah daerah lebih mengetahui secara detail tentang perkembangan di daerahnya.

“Kami akan melibatkan semua pihak dan tidak mau membangun ibu kota baru setengah setengah dan harus melibatkan banyak sektor yang berkepentingan,” ujar dia.

Kabupaten Paser Utara dan Kutai Kartanegara yang direncanakan menjadi ibu kota baru dijamin akan lebih ramah lingkungan dan berbeda dengan ibukota di Jakarta yang sudah padat.

Dengan konsep forest city maka akan berdampak pada kesejaheraan penduduknya dan kesehatan negaranya dan banyak rakyat akan lebih bahagia jika kotanya bersih dan hijau.

Kalimantan Timur memiliki konsep wilayah yang unik dan akan dikelola sebaik mungkin agar menjadi ibukota yang sesuai dengan harapan dan lebih makmur dan hijau. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA