Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi kebakaran hutan.

Ilustrasi kebakaran hutan.

KLHK Segel 10 Konsesi Lahan Karhutla Riau

Abdul Muslim, Senin, 16 September 2019 | 12:40 WIB

PEKANBARU, investor.id - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakah telah menyegel 10 lahan konsesi perusahaan yang diduga menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

“Secepatnya (kasus) didalami untuk tahap penetapan statusnya,” kata Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani di Pekanbaru, Riau, Senin (16/9).

Sebanyak 10 perusahaan tersebut ada yang merupakan perusahaan industri kehutanan maupun perkebunan kelapa sawit. Satu di antaranya merupakan perusahaan asing asal Malaysia.

Inisial perusahaan yang telah disegel lahan konsesinya antara lain PT RSS, PT SBP, PT SR, PT THIP, PT TKWL, PT RAPP, PT SRL, PT GSM, PT AP, dan PT TI.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan, atau pulbaket. Mereka diduga melakukan pelanggaran pidana karena kebakaran terjadi di dalam wilayah konsesi lahannya.

"Disegel, karena ada dugaan pelanggaran pidana. Terjadi kebakaran di lahan mereka," tambah Rasio.

Beberapa hari yang lalu, KLHK juga telah menyegel lahan perusahaan kelapa sawit milik perusahaan Malaysia, yakni PT Adei Plantation and Industry (AP), untuk penyelidikan kasus dugaan pembakaran lahan gambut di Kabupaten Pelalawan, Riau.

Direktur Penindakan PPLH Gakkum KLHK Sugeng Riyanto, ketika dihubungi dari Pekanbaru, pekan lalu, menyatakan, penyegelan berupa pemasangan plang pengumuman dan dibentangkan pita kuning larangan melintas.

Lahan yang telah disegel pekan lalu milik AP seluas 4,25 hektare (ha) yang diduga dibakar tersebut berlokasi di Kabupaten Pelalawan, berada di sebelah selatan Kota Pekanbaru. Lokasi kebakaran berupa lahan gambut yang kini terlihat bersih seperti hamparan karpet hitam.

“Dugaan terbakarnya tanggal 7 September,” katanya.

Dari data Gakkum KLHK, PT Adei Plantation memegang luas total konsesi 12.860 ha. KLHK belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA