Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Temuan Flight Data Recorder (FDR) Sriwijaya Air SJ-182. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Temuan Flight Data Recorder (FDR) Sriwijaya Air SJ-182. Foto: SP/Joanito De Saojoao

KNKT: FDR Sriwijaya Air PK CLC Masih Proses Pembersihan

Rabu, 13 Januari 2021 | 17:53 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebutkan kotak hitam bagian flight data recorder (FDR) dari pesawat Sriwijaya Air registrasi PK-CLC hingga Rabu (13/1/2021) sore masih dalam proses pembersihan pasca ditemukan pada Selasa (12/1/2021).

"Sedang dibersihkan," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat dihubungi, Rabu (13/1/2021).

Ketua KNKT Soerjanto dalam penjelasannya di Jakarta, Sabtu (9/1/2021). Sumber: BSTV
Ketua KNKT Soerjanto dalam penjelasannya di Jakarta, Sabtu (9/1/2021). Sumber: BSTV

Dia sempat menyebutkan bahwa proses pengunduhan data FDR ini membutuhkan waktu 2-5 hari.

"Kita minta doa agar pengunduhan FDR yang butuh 2-5 hari berjalan lancar dan semoga bisa segera mengungkap misteri kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182," ujar Soerjanto Tjahjono.

Selain itu, KNKT bersama tim gabungan juga masih terus melakukan pencarian kotak hitam bagian cockpit voice recorder (CVR).

Temuan Flight Data Recorder (FDR) Sriwijaya Air SJ-182. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Temuan Flight Data Recorder (FDR) Sriwijaya Air SJ-182. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Soerjanto mengharapkan, kotak hitam bagian cockpit voice recorder (CVR) bisa segera ditemukan.

"Semoga CVR bisa ditemukan. Apapun yang ada di laut beserta dukungan TNI dan Basarnas dan BPPT, kami harapkan kita akan menemukan CVR segera," jelas Soerjanto.

Menurut dia, kondisi underwater locator beacon terpisah dari FDR maupun CVR. "Namun kondisinya beacon itu terlepas dari dua black box. Namun alhamdulillah bisa menemukan FDR," papar dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN