Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kesiapan pasar tradisional hadapi masa new normal. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Kesiapan pasar tradisional hadapi masa new normal. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Komoditas Ini Sumbang Inflasi Terbesar di Desember 2021

Senin, 3 Januari 2022 | 13:36 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada Desember 2021 terjadi inflasi sebesar 0,57% dan tercatat sebagai inflasi tertinggi selama dua tahun terakhir. Dari 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dipantau, 88 kota mengalami inflasi dan dua kota mengalami deflasi.

Kepala BPS Margo Yuwono memaparkan, inflasi 0,57% pada Desember 2021 ini terjadi karena adanya kenaikan harga sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,61%; kelompok pakaian dan alas kaki 0,22%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,10%; serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,24%.

Selanjutnya, kelompok kesehatan 0,16%; kelompok transportasi 0,62%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,10%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,24%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,25%. “Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,10%. Sedangkan kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan,” papar Margo dalam pemaparan Inflasi Desember 2021, Senin (3/1/2022).

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Desember 2021 antara lain cabai rawit, minyak goreng, telur ayam ras, daging ayam ras, cabai merah, ikan segar, beras, bayam, kangkung, bawang merah, sabun detergen bubuk/cair, dan tarif angkutan udara.

“Dari seluruh kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberi andil terbesar terhadap inflasi mencapai 0,41%. Pada kelompok ini, komoditas yang paling dominan adalah cabai rawit yang memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,11%, minyak goreng 0,08% dan telur ayam ras yang memberikan andil inflasi 0,05%,” ungkap Margo.

Dengan inflasi 0,57% pada Desember 2021 tersebut, maka tingkat inflasi tahun kalender 2021 maupun inflasi tahun ke tahun (Desember 2021 terhadap Desember 2020) sebesar 1,87%.

Untuk komponen inti pada Desember 2021, kata Margo, mengalami inflasi sebesar 0,16%. Komponen yang harganya diatur pemerintah dan komponen yang harganya bergejolak mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,45% dan 2,32%.

Inflasi tahun kalender (Januari–Desember) 2021 dan inflasi tahun ke tahun (Desember 2021 terhadap Desember 2020) pada inflasi komponen inti, komponen yang harganya diatur pemerintah, dan komponen bergejolak masing-masing sebesar 1,56%; 1,79%; dan 3,20%. Ketiganya memberikan sumbangan inflasi masing-masing sebesar 0,11%; 0,08%; dan 0,38%.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN