Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah pengendara motor tengah mengisi bahan bakar di sebuah SPBU. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Sejumlah pengendara motor tengah mengisi bahan bakar di sebuah SPBU. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Kompensasi ke Pertamina Wujud Kehadiran Negara di Sektor BBM dan LPG

Senin, 4 Juli 2022 | 15:34 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, kompensasi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi dari pemerintah kepada PT Pertamina merupakan bentuk komitmen kehadiran negara kepada rakyat. Kompensasi ini dapat memperkuat arus kas Pertamina, sehingga dapat terus berkontribusi ke perekonomian nasional.

Dengan demikian, subisidi BBM dan juga LPG dapat terus diberikan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. “Kompensasi BBM merupakan bentuk turun tangan pemerintah. Arus kas Pertamina menjadi lebih kuat, sehingga BBM dan LPG subsidi dapat terus diberikan. Karena itu pula, diharapkan membuat harga-harga lebih stabil," kata Faisal, Senin (4/7/2022).

Advertisement

Dia menambahkan, upaya pemerintah ini sangat penting, terutama saat terjadi konflik geopolitik yang memicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Selain itu, upaya ini menjamin harga BBM bersubsidi seperti Pertalite  yang paling banyak digunakan tidak naik.

"Ini memang harus ada campur tangan atau intervensi atau suntikan dana dari APBN, karena harga minyak dunia sudah di atas US$ 100 per barrel, bahkan sempat US$ 120 per barel," kata dia lagi.

Menuru dia, pembayaran kompensasi  memang sangat penting, karena bisa menjaga kesehatan finansial BUMN tersebut. Di sisi berbeda, jika BBM dan LPG subsidi hanya dibebankan kepada Pertamina, tentu berdampak terhadap kas keuangan Pertamina.

"Jika hanya dibebankan kepada Pertamina tentu akan mengganggu finansial Pertamina. Apalagi beban subsidi terus meningkat," ujar Faisal.

Dengan demikian, kata dia, memang harus ada intervensi APBN walaupun tidak dibayarkan sekaligus. Seiring turunnya pembayaran kompensasi BBM dan LPG subsidi awal bulan ini sebesar Rp 64 triliun, Faisal berharap Pertamina bisa meningkatkan efisiensi, meski berat. Tetapi yang jelas, melalui kompensasi, diharapkan memang bisa membantu arus kas Pertamina di tengah melonjaknya harga minyak dunia dan situasi geopolitik global.

“Ini tentu tantangan bagi Pertamina dalam melakukan efisiensi, terutama dengan margin yang semakin tipis karena ada beban subsidi," kata

Hanya saja, lanjut Faisal, memang tidak ada jaminan Pertamina dengan mudah melakukan efisiensi. Artinya, tetap diperlukan upaya keras di Pertamina. “Tetapi paling tidak, pembayaran kompensasi tersebut bisa menjamin agar harga BBM bisa terjangkau oleh masyarakat dalam kondisi masih ada scarring effect akibat pandemi," terang Faisal.

Itu sebabnya, dia menerangkan, masyarakat diharapkan sadar, kondisi saat ini sangat berat, tidak hanya bagi Petamina, tetapi pemerintah. Karena itu, hendaknya masyarakat lebih bijak dalam mengkonsumsi BBM dan LPG subsidi. Selain berhemat, hendaknya BBM dan LPG subsidi hanya dikonsumsi masyarakat menengah ke bawah.

Sebagaimana diketahui, awal Juli, Pertamina telah menerima pembayaran dari pemerintah atas kompensasi penyaluran BBM dan LPG subsidi yang telah dilakukan pada 2021 sebesar Rp 64,5 Triliun.

Pembayaran kompensasi tersebut, merupakan bagian dari beberapa pembayaran kompensasi yang sudah dilakukan pemerintah atas penugasan distribusi BBM dan LPG subsidi bagi masyarakat. Per April 2022 lalu, pemerintah telah membayarkan kompensasi sebesar Rp 29 triliun, sehingga secara keseluruhan, sepanjang 2022, total pembayaran subsidi dan kompensasi Rp 93,5 triliun. Komitmen ini menunjukkan upaya keras pemerintah dalam memperkuat arus kas Pertamina yang akan berdampak pada pemulihan ekonomi nasional dan memproteksi daya beli masyarakat.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN