Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jalan akses Pelabuhan Patimban dibangun di atas persawahan tanah lunak. Dengan struktur yang sebagian besar jalan layang. Sumber: Biro Komunikasi Publik PUPR.

Jalan akses Pelabuhan Patimban dibangun di atas persawahan tanah lunak. Dengan struktur yang sebagian besar jalan layang. Sumber: Biro Komunikasi Publik PUPR.

Konstruksi Tol Akses Patimban Ditargetkan Mulai 2021

Sabtu, 28 November 2020 | 04:32 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian menargetkan kesiapan lahan dan konstruksi Jalan Akses Patimban dimulai tahun depan. Jalan akses sepanjang 37 km ini akan menghubungkan antara Pelabuhan Patimban dengan Jalan Tol Cipali.

“Harapannya bisa kita selesaikan dan beroperasi di 2023. Sudah ada pemrakarsanya. Mayoritas sahamnya dipegang PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 55%. Kita harapkan lahan dan konstruksi sudah dimulai awal tahun depan tergantung seberapa cepat kita bisa menyelesaikan masalahan pengadaan tanah dan seberapa cepat investor memobilisasi finansial untuk memulai konstruksi,” kata Hedy dalam dialog publik bertajuk Pelabuhan Patimban dan Kinerja Logistik Nasional, Jumat (27/11).

Hingga saat ini, sambung Hedy, usulan penetapan lokasi (penlok) Jalan Akses Patimban sudah dikirimkan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada 26 Oktober 2020 lalu dan diharapkan prosesnya tidak memakan waktu lama.

Selain menunggu persetujuan gubernur, saat ini juga sedang dilakukan penyusunan dokumen lelang investasi dan proses persetujuan pelaksanaan pelelangan oleh Menteri PUPR.

Nantinya, Jalan Akses Patimban memiliki sejumlah Interchange (IC) mulai dari Tol Cipali sampai pertemuan dengan jalan akses pelabuhan. IC pertama berada di Cipeundeuy antara Junction Tol Cipali - Jalan Tol Akses Patimban. IC kedua di Pabuaran yang bertujuan untuk mengantisipasi kawasan industri dan konektivitas menuju stasiun kereta api Panyingkiran. Kemudian IC Pasir Bungur. Pertimbangannya, karena di lokasi tersebut akan ada pengembangan pusat pemerintahan Kabupaten Subang.

Selanjutnya, IC Tambakdahan yang akan menghubungkan antara Jalan Tol Akses Patimban dan Jalan Provinsi Pagaden - Pamanukan. Lalu IC yang terakhir adalah Pusakanagara yang akan dipertemukan dengan jalan Pantura dan akses tol.

Hedy menyatakan, selama Jalan Tol Akses Patimban belum terbangun, maka Bina Marga akan memanfaatkan jalan nasional untuk akses menuju Pelabuhan Patimban. Hal ini sesuai dengan kesepakatan bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bahwa kendaraan dari arah Barat akan keluar di Dawuan.

 Sedangkan kendaraan yang bergerak dari arah Patimban akan masuk melalui Tol Cikopo.

“Kita sudah memulai melakukan penataan di Simpang Dawuan termasuk di jalan nasional.  Kita targetkan 8 Desember 2020 penataan selesai karena dari informasi, 10 Desember 2020 akan dilakukan soft opening Pelabuhan Patimban,” ungkap Hedy.

Dukung kawasan industri Manyingsal

Selain memberi dukungan akses menuju Pelabuhan Patimban, Bina Marga juga memberi dukungan pada kawasan industri terpadu di Subang, Manyingsal. Kawasan industri tersebut akan terkoneksi langsung dengan Tol Cipali yang salah satunya juga akan memanfaatkan Jalan Tol Akses Patimban ke depannya.

Dukungan lain adalah menyiapkan peningkatan jalan biasa menuju Patimban mulai dari jalan Provinsi Subang – Pagaden dan konektivitas menuju Pasir Bungur. Jadi peta tersebut merupakan rencana pengembangan kawasan di Manyingsal. Tahun 2021, PUPR akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,96 triliun di kawasan industri tersebut untuk mendukung akses menuju Tol Cipali dan pembangunan jalan di dalam kawasan.

Hedy berharap, dengan dibukanya Pelabuhan Patimban nanti, Bina Marga dapat memberikan dukungan prasarana yang memadai.

Tentu dalam jangka pendek melalui jalan nasional yang sekarang sedang ditata atas kerjasama dan masukan dari Kemenhub. Sedangka dalam jangka menengah, Bina Marga juga berharap Jalan Tol Akses Patimban dapat berperan kompetitif untuk konektivitas antara kawasan industri dan Pelabuhan.

Untuk itu, ia memastikan kualitas jalan menuju Patimban dapat terus dipelihara. Paling tidak dengan memenuhi tiga aspek. “Jadi nanti kita pastikan karena jalan tol menuju Patimban tentu porsi truknya akan tinggi. Saya kira lebih spesifik seperti jalur-jalur ke priuk. Jadi nanti kita pastikan bahwa perencanan bebannya sudah mengakomodasi porsi truk yang tinggi,” ucap Hedy.

Aspek kedua menyangkut persoalan kualitas konstruksi yang diakuinya masih menjadi pekerjaan rumah Bina Marga. Walaupun sebetulnya, keseluruhan aspek konstruksi jalan tol merupakan tanggung jawab Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Hanya saja, akhir-ini, ia menerima banyak keluhan mengenai buruknya kualitas jalan tol. Artinya, investor jalan tol kelihatannya belum siap sepenuhnya menerima tanggung jawab mengenai kualitas jalan tol.

Hal itu mungkin didasarkan oleh banyak pertimbagan bisnis sehingga terkadang ada upaya-upaya menekan biaya konstruksi. Untuk mengantisipasinya, PUPR pun tengah membentuk satuan tugas (satgas) penjamin mutu. Sehingga Bina Marga akan masuk lebih dalam guna memastikan konstruksi tol sesuai spesifikasi.

Aspek yang terakhir adalah beban. Melihat beban angkutan menuju pelabuhan yang sifatnya standar, maka kontainer diharapkan tidak terjadi Over Dimensin Over Load (ODOL). Sebab jika terjadi demikian, maka akan berdampak pada beban investasi jalan tol dengan biaya pemeliharaan yang tinggi.

“Ini yang kadang-kadang kita lihat, BUJT lambat memelihara karena memang di luar proyeksi. Pemeliharaan karena beban yang ternyata melebihi beban standarnya,” tutup Hedy.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN