Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
jalan tol. Foto ilustrasi: dok. Investor Daily

jalan tol. Foto ilustrasi: dok. Investor Daily

Konstruksi Tol Semarang-Demak Dimulai 2019

Abdul Muslim, Senin, 12 Agustus 2019 | 11:40 WIB

JAKARTA, investor.id - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan, penandatanganan pengusahaan jalan tol (PPJT) ruas Semarang-Demak di Jawa Tengah dapat dilakukan pada September mendatang dan konstruksinya bisa dimulai pada 2019 ini.

Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan, saat ini, proses penandatanganan kontrak masih menunggu persetujuan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati agar proyek jalan tol yang berfungsi pula sebagai tanggul laut tersebut bisa mendapatkan penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

"Penandatanganan PPJT akan dilakukan serentak pada September 2019 dengan dua perjanjian lainnya, yakni penandatanganan bersama Kementerian Keuangan sebagai penjamin dan kredit investasi bersama dengan PII," jelas Danang, dalam siaran persnya, Senin (12/8).

Ia mengemukakan bahwa kemajuan tahapan pembangunan tol tersebut ditandai dengan telah dibentuknya badan usaha jalan tol (BUJT) PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak oleh Konsorsium PT Pembangunan Perumahan, PT Wijaya Karya, dan PT Misi Mulia Metrical, selaku pemenang lelang pengusahaan Jalan Tol Semarang-Demak.

Pembangunan tol itu, selain meningkatkan konektivitas dari Semarang ke arah Demak hingga Gresik dan Surabaya, sekaligus berfungsi sebagai tanggul laut di pantai utara Kota Semarang. Fungsinya juga untuk mencegah banjir rob yang kerap menggenangi wilayah Genuk, Kaligawe, dan sekitarnya.

"Harapannya, pembangunan tol ini sekaligus merevitalisasi kawasan industri di sana. Begitu jalan tolnya dibangun, kawasan industri tidak lagi terdampak rob, sehingga bisa kembali membangkitkan ekonomi kawasan," katanya.

Pembangunan jalan tol dengan nilai investasi sekitar Rp15,3 triliun itu ditargetkan akan berlangsung selama dua tahun. Jalan tol ini membutuhkan lahan seluas 1.887.000 meter persegi yang dibagi menjadi dua seksi, yatu Seksi I Kota Semarang dan Seksi II Kabupaten Demak.

Sementara itu, jalan Tol Semarang-Demak direncanakan memiliki empat simpang susun, yaitu Kaligawe, Terboyo, Sayung, dan Demak.

Sebelumnya, tiga perusahaan, yaitu PT Perusahaan Perumahan, PT Wijaya Karya, dan PT Misi Mulia Metrical telah menyepakati penandatanganan hasil kesepakatan perjanjian usaha patungan proyek ruas tol Semarang-Demak dengan pembentukan perusahaan PP Semarang Demak.

Direktur Utama PT Misi Mulia Metrical, Hasnaeni, dalam rilisnya, menyatakan, pihaknya sebagai perusahaan swasta ikut mendukung pemerintah pada sektor infrastruktur khususnya jalan tol.

"Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan perubahan yang sangat signifikan pada sektor infrastruktur. Infastruktur khususnya jalan tol di Indonesia sudah ketinggalan 40 tahun dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat," ujarnya.

Dia menuturkan, pembangunan infrastruktur yang digencarkan oleh Presiden Jokowi patut diapresiasi karena membawa perubahan yang signifikan.

Selain itu, Hasnaeni mengungkapkan bahwa keinginan pihaknya berinvestasi di jalan tol karena keyakinan bahwa bila infrastruktur maju, ekonomi juga akan ikut bertumbuh.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA