Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peternak memilah telur ayam ras di sebuah peternakan ayam di Gunung Sindur, Bogor, Jumat (9/10/2020).

Peternak memilah telur ayam ras di sebuah peternakan ayam di Gunung Sindur, Bogor, Jumat (9/10/2020).

Konsumen Telur di Indonesia Layak Dapat Perlindungan Keamanan Pangan

Senin, 14 Juni 2021 | 10:54 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id-Konsumen telur di Indonesia layak mendapatkan perlindungan keamanan pangan. Saat ini, masih banyak produsen telur memasok telur dari peternakan berkandang sempit, kotor, dan tak aman bagi kesehatan manusia.

“Kebijakan pemerintah yang tercakup dalam Peraturan Menteri Pertanian 31/Permentan/OT.140/2/2014 merupakan seperangkat standar untuk memastikan produsen menjalankan praktik yang berkelanjutan serta memastikan keamanan pangan bagi konsumen. Namun, ivestigasi Equitas, mendokumentasikan berbagai pelanggaran terhadap kebijakan Kementerian Pertanian tentang Keamanan Pangan dan Kesejahteraan Hewan dalam produksi telur,” kata Bonnie Tang, campaign manager Equitas, organisasi perlindungan konsumen internasional dan kesejahteraan hewan dalam keterangan pers.

Bonnie memaparkan, investigasi menunjukkan beberapa pelanggaran termasuk banyaknya serangga yang berkumpul di sekitar lokasi, merayap, dan berada di antara hewan-hewan, kotoran, dan telur-telur. Burung-burung liar terbang bebas keluar masuk peternakan, yang berpotensi menularkan penyakit, termasuk flu burung. Kondisi kandang yang kotor dan tidak aman, mengakibatkan kerusakan fisik dan cacat pada induk ayam.

“Video tersebut direkam di sebuah peternakan pemasok untuk Untung Jaya, yang telur-telurnya dijual dengan merek pribadi milik Ahold Delhaize di supermarket di Indonesia,” kata Bonnie yang mengajukan pengaduan ke Kementerian Pertanian minggu ini terkait pelanggaran tersebut.

“Ini adalah investigasi kedua dalam enam bulan terakhir dan ditemukan banyak pelanggaran undang-undang keamanan pangan serta kekejaman terhadap hewan yang parah dalam rantai pasokan Ahold Delhaize di Indonesia,” kata Bonnie.

Otoritas Keamanan Pangan Eropa dan belasan tim peneliti internasional menemukan bahwa fasilitas kandang ayam petelur “baterai” seperti yang memasok Ahold di Indonesia memiliki risiko kontaminasi salmonella hingga 33 kali lebih besar. Di Indonesia, lebih dari 50 merek-merek makanan terkenal, termasuk Burger King, Starbucks, dan Nestle telah berkomitmen untuk hanya menggunakan telur-telur yang berasal dari ayam “tanpa kandang”, yang jauh lebih aman untuk konsumen dan lebih manusiawi untuk hewan. 

Di seluruh Asia, semakin banyak ritel-ritel internasional yang telah membuat janji yang sama, termasuk Tesco, Metro, CarreFour, Auchan, Aldi, Costco, Marks & Spencer, dan lainnya sebagainya. Ahold telah menentukan batas waktu untuk hanya menjual telur-telur yang berasal dari peternakan tanpa kandang pada seluruh lokasi miliknya secara global.

“Kami menghimbau Ahold untuk memperlakukan pelanggan-pelanggan di Indonesia secara setara dan menentukan batas waktu untuk mengakhiri penjualan telur berkandang di Indonesia,” tegas Bonnie.

Namun sebelumnya, pada kesempatan terpisah, Ahold Delhaize di Indonesia (Super Indo) mulai Maret 2021 menargetkan 100% gerainya akan menjual telur tanpa kandang bersekat (cage-free eggs) pada 2022. “Ini adalah upaya berkelanjutan dan kami bekerja sama dengan pemasok dan mitra kami. Kami berharap bisa menginspirasi pelaku ritel makanan lain di Indonesia untuk bergabung dalam gerakan kesejahteraan hewan,” kata Head of Corporate Affairs & Sustainability Super Indo Yuvlinda Susanta.(nan/iin)

Editor : Mardiana Makmun (nana_makmun@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN