Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Webinar kerjasama Majalah Investor dengan Kementerian BUMN RI , Kementerian Koperasi dan UKM RI dan di dukung oleh BRI, WIKA, PLN, TELKOM, ASKRINDO, JAMKRINDO, PP dan WASKITA KARYA

Webinar kerjasama Majalah Investor dengan Kementerian BUMN RI , Kementerian Koperasi dan UKM RI dan di dukung oleh BRI, WIKA, PLN, TELKOM, ASKRINDO, JAMKRINDO, PP dan WASKITA KARYA

Kontribusi UMKM ke Ekspor Baru 14%

Senin, 18 Januari 2021 | 13:11 WIB
Nasori dan Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Kementerian Koperasi dan UMKM mengungkapkan, hingga saat ini kontribusi UMKM terhadap total nilai ekspor Indonesia baru sekitar 14%. Padahal, jumlah unit usaha UMKM di Tanah Air mencapai 64,1 juta atau 99% dari total pelaku usaha yang ada.

“Total ekspor UMKM Indonesia terbilang masih rendah yaitu sekitar 14%. Ini merupakan tantangan kita bersama,” ujar Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman saat memberikan sambutan pada webinar “Kebangkitan UMKM untuk Mendorong Perekonomian Nasional”, Senin (18/1).

Acara ini merupakan kerja sama majalah Investor dengan Kementerian BUMN RI dan Kementerian Koperasi dan UKM RI, serta didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk/BRI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk/Wika, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN, PT Telkom (Persero) Tbk, PT Askrindo (Persero), PT Jamkrindo (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Sementara dari sisi ketenagakerjaan, menurut Hanung, UMKM Indonesia mampu menyerap 116 juta pekerja dengan nilai kontribusi terhadap PDB mencapai 58%. “Berdasarkan hal tersebut maka koperasi dan UMKM diharapkan dapat menjadi tulang punggung Indonesia dalam melakukan transfortasi pada kesempatan tahun 2021,” kata dia.

Dengan tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi, kata Hanung, kebangkitan UMKM dan koperasi ke depan akan menjadi kunci bagi pemulihan ekonomi. “Terutama kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja di tengah tantangan saat ini yaitu jumlah pengangguran yang meningkat,” ucap dia.

Pada kesempatan yang sama, Hanung mengungkapkan, rasio berkoperasi Indonesia saat ini tercatat baru 8,41% atau hanya sekitar separuh dibanding rata-rata rasio berkoperasi dunia yang mencapai sekitar 16,3%. Dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 260 juta orang, yang menjadi anggota koperasi hanya sekitar 20 juta orang.

“Saat ini jumlah koperasi aktif (di Indonesia) mencapai 123.048 unit dengan total anggota mencapai 20 juta orang. Dengan kata lain, persentase Indonesia berkoperasi saat ini baru mencapai 8,41%, masih lebih rendah dibanding rata-rata dunia yang sekitar 16,3%,” pungkas Hanung.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN