Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.  Sumber: BSTV

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber: BSTV

Kredit Modal Kerja untuk Korporasi Padat Karya Langkah Atasi Pengangguran

Rabu, 29 Juli 2020 | 15:46 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan program penjaminan pemerintah untuk kredit modal kerja diperuntukan bagi korporasi padat karya sebab sektor tersebut memiliki kemampuan untuk menyerap tenaga kerja yang lebih besar.

Sehingga korporasi ini akan mengatasi jumlah pengangguran yang semakin meningkat akibat pandemi Covid-19.

“Salah satu sektor yang bisa keluar duluan. Pada sektor padat karya seperti Garmen sudah spike up atau pulih bahkan beberapa orderan yang pada pertengahan kuartal kemarin mengalami penurunan atau pembatalan saat ini mulai kembali memesan terutama di dari Eropa,” jelasnya dalam Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Nota Kesepahaman untuk Program Penjaminan Pemerintah Kepada Korporasi Padat Karya Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, Rabu (29/7).

Menurut dia, berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan terdapat 1,7 juta orang terkena PHK dan 1,3 juta orang belum terverifikasi.

“Jumlah pengangguran yang muncul setiap tahun adalah 7 juta orang. Itu tercermin dari mereka yang mendaftar di program Kartu Prakerja yaitu hampir 11 juta orang,” ujarnya.

Ilustrasi Kartu Prakerja; IST
Ilustrasi Kartu Prakerja; IST

Menurutnya pemerintah sudah mengeluarkan program PEN untuk mengurangi beban dunia usaha selama pandemi.

Ia menyebutkan untuk sektor UMKM pemerintah memberikan jaminan kredit untuk pelaku usaha sektor UMKM dan Ultra Mikro melalui Jamkrindo dan Askrindo, kemudian penempatan dana sebesar Rp 11,5 triliun kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Oleh karena itu, menurutnya program bagi non UMKM dan dan Non BUMN dinilai juga penting, sehingga pemerintah meluncurkan program penjaminan kredit modal kerja bagi pelaku usaha korporasi padat karya, guna mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Besaran realisasi modal kerja yang dikucurkan ditargetkan mencapai Rp 100 triliun sampai akhir 2021 dengan menunjuk 15 bank sebagai penyalur. Dengan plafon kredit pinjaman mencapai Rp 10 Miliar hingga Rp 1 triliun.

“Program ini menjadi sangat penting untuk menjadi daya tambahan agar korporasi bisa melakukan rescheduling bahkan bisa meningkatkan kredit modal kerja,” katanya.

Dengan demikian, ia berharap melalui stimulus ini, korporasi padat karya non-UMKM dan Non-BUMN diharapkan dapat menjadi pendorong utama ekonomi Indonesia, terutama pada akhir tahun, beriringan dengan dorongan dari belanja pemerintah.

“Dengan ini diharapkan korporasi bisa kembali pada posisi semula dan ini momentum, sehingga pada kuartal III dan IV drive-nya dari pemerintah dan korporasi untuk kembali mengungkit pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN