Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Minyak goreng curah. (Foto: Istimewa)

Minyak goreng curah. (Foto: Istimewa)

KSP: Kehadiran Minyak Goreng Curah Kemasan Permudah Masyarakat

Rabu, 6 Juli 2022 | 09:38 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono menyebutkan peluncuran minyak goreng curah kemasan guna mempermudah distribusi kepada masyarakat dan menjaga higienitasnya.

“Dengan dikemas, distribusi minyak goreng curah akan lebih cepat, praktis, dan bisa menjangkau daerah-daerah yang sulit. Selain itu, juga untuk menjaga kualitasnya,” kata Edy Edy Priyono di gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (6/7/2022).

Advertisement

Baca juga: Peran BUMN Dinilai Bisa Efektif Proteksi Harga Minyak Goreng

Selama ini, menurut Edy, distribusi minyak goreng curah seringkali terkendala akibat persoalan teknis di lapangan. Seperti, keterbatasan mobil tangki pengangkut hingga tangki penampung di kalangan pedagang.

Hal itu, ujar Edy, yang seringkali membuat optimalisasi ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng curah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sulit diterapkan.

Guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga minyak goreng curah kemasan sesuai dengan HET, jelas Edy, pemerintah menerapkan skema kenaikan rasio angka pengali ekspor CPO dan bahan baku minyak goreng menjadi tujuh kali lipat dari kewajiban pasar domestik (DMO), bagi produsen yang bergabung untuk memproduksi minyak goreng curah kemasan.

Skema ini juga menjadi upaya untuk mendongkrak harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit, yang sebelumnya anjlok dan dikeluhkan oleh petani.

“Perubahan rasio satu banding lima menjadi satu banding tujuh ini juga untuk mempercepat ekspor CPO. Sebab, imbas dari larangan ekspor beberapa waktu lalu membuat pasokan CPO menumpuk dan memenuhi tangki-tangki produsen. Kondisi ini membuat sawit petani tidak terserap dan harga menjadi turun,” terang Edy Priyono.

Selain itu, kata Edy, Pemerintah melanjutkan mekanisme Flash Out (FO) untuk percepatan penyaluran ekspor CPO. Mekanisme ini, diterapkan kepada eksportir yang tidak tergabung dalam program Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah).

Baca juga: Minyak Goreng Curah Bakal Dihapus, YLKI Berikan Beberapa Catatan

“Pengusaha yang tidak tergabung dalam Simirah bisa melakukan ekspor, namun harus membayar biaya tambahan sebesar US $ 200 per ton kepada pemerintah,” jelas Edy Priyono.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) hari ini menyalurkan minyak goreng curah kemasan. Peluncuran minyak goreng curah yang diberi nama ‘Minyakita’ tersebut, untuk menjaga harga minyak goreng curah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Per 4 Juli 2022, harga minyak goreng curah rata-rata Rp 15.800 per liter. Untuk harga kemasan sederhana Rp 21.900 per liter, dan kemasan premium Rp 25.200 per liter.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN